Pansel Diminta Waspada 'Penumpang Gelap'

Jumat, 26 Jun 2015 | 21.34 WIB

Pansel Diminta Waspada 'Penumpang Gelap'


CENTROONE.COM - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) diimbau untuk mewaspadai adanya 'penumpang gelap' dalam pendaftar Capim KPK.

Karena itu, pansel haru mempertimbangkan potensi hal itu serta tidak mengesampingkan integritas pelamar. "Pansel perlu mewaspadai 'penumpang gelap' di antara para pendaftar Capim KPK," kata Peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy (Inded) Arif Susanto dalam diskusi di Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2015).

Bukan tanpa alasan hal itu disampaikan Arief. Hal itu menyusul Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan, dan Jaksa Agung HM Prasetyo yang merekomendasikan masing-masing anak buahnya untuk turut mendaftar ke Pansel.

Arif menilai rekomendasi-rekomendasi itu sejatinya sebuah tekanan terhadap Pansel Capim KPK. Sebab itu, tegas Arif, Pansel harus mewaspadai hal tersebut.

"Saya menyoroti Kapolri, Waka Polri, dan Jaksa Agung. Mengherankan kalau Kapolri merekomendasikan 3 nama, Waka Polri 3 nama, dan Jaksa Agung lima nama. Ini sebuah bentuk tekanan pada pansel lewat dorongan dan rekomendasi. Saya sarankan untuk hentikan tekanan pada Pansel KPK. Saya dorong agar Pansel bekerja secara independen, bebas kepentingan, cermat, tidak tunduk pada tekanan, mencermati catatan calon mulai dari keuangan, dan yag penting memastikan calon ketika jadi pimpinan tidak mundur lagi karena jadi tersangka," tandas Arif.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Waka Polri Komjen Pol Budi Gunawan, dan Jaksa Agung HM Prasetyo sebelumnya merekomendasikan masing-masing anak buahnya untuk ikut mendaftar ke Pansel sebagai Calon Pimpinan KPK periode 2015-2019 mendatang.

Nama-nama yang disebut-sebut telah menerima rekomendasi dari Kapolri adalah Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende, Deputi Bidang V Koordinasi Keamanan Nasional Kemkopolhukam Irjen Pol Syahrul Mamma, dan mantan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto. Kemudian dari Waka Polri, yakni pengajar di Sekolah dan Staf Pimpinan Polri Brigjen Pol Basariah Panjaitan, Asisten Sarana dan Prasarana Polri Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya, serta Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Irjen Pol V Sambudioyono.

Sementara Jaksa Agung merekomendasikan 5 jaksa untuk mendaftar sebagai Capim KPK. Mereka adalah Sekretaris Badiklat Kejaksaan Paulus Joko Subagyo, Sesjamwas Jasman Panjaitan, Direktur Perdata Jamdatun Sri Harijati, Kajati Sulsel Suhardi, dan Wakajati Papua M Rum.



oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra