Cara Menghadapi Pria yang Tukang Selingkuh

Jumat, 26 Jun 2015 | 13.04 WIB

Cara Menghadapi Pria yang Tukang Selingkuh


Inilah mimpi terburuk para wanita: tak menyadari bahwa pasangannya telah berulang kali bermain dengan wanita lain di belakang Anda. Sebut saja Andy, salah seorang Executive Sales berusia 26 tahun.

Di depan pasangannya, Andy selalu menampilkan diri sebagai sosok pria ideal. Padahal, diam-diam ia telah 5 kali berselingkuh tanpa sepengetahuan sang kekasih.

"Pertama kali saya berselingkuh saat hubungan kami baru berjalan empat bulan," kata Andy seperti dikutip dari laman cosmopolitan.

"Pada saat itu sih, saya berpikir hanya akan terjadi sekali saja, karena saya sedang berlibur bersama teman-teman kantor, dan gadis itu yang pertama mendekati saya. Tak ada satu pun teman saya yang mengetahui kejadian tersebut. That's way, saya merahasiakannya sampai sekarang," lanjut Andy.

Saat itu, dirinya menyadari seperti ada perasaan bersalah kepada sang kekasih. Tapi, beberapa bulan kemudian peristiwa yang sama terjadi lagi ketika Andy sedang bertugas di luar kota. Ketika perselingkuhan kedua selesai, ia pun berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Namun disayangkan, Andy  masih melanjutkan aksi nakalnya itu hingga tiga kali. Bahkan, ia tak bisa menjelaskan mengapa bisa setega itu terhadap pasangannya.Pakar relationship Massimo Stocchi pernah mengatakan, bahwa serial infidelity (demikian istilahnya) merupakan tanda-tanda adanya masalah kontrol dan keintiman dalam sebuah hubungan.

"Mungkin, Andy memang mencintai pasangannya, tapi belum sampai level yang benar-benar intim," ujar Massimo.

Dengan kata lain, ia belum membuka hati 100% bagi pasangannya. Atau, bisa juga ia menikmati kepuasan 'memegang kontrol' atas pasangannya dengan berbagai aksi selingkuh itu.

Cara Menghadapinya:

Ternyata pasangan Anda seorang serial cheater? Ingat, jangan menyalahkan diri sendiri atas kelakuannya tersebut. It's not your fault. Keputusan ada di tangan Anda, apakah ingin meninggalkannya atau menunggunya berubah?

"Cheating is about choice," tandas Massimo.

Si pelaku memiliki pilihan untuk berubah, dan si 'korban' juga punya pilihan untuk pergi.