Selama Arus Mudik-Balik, Truk Besar Dilarang Beroperasi

Jumat, 26 Jun 2015 | 15.00 WIB

Selama Arus Mudik-Balik, Truk Besar Dilarang Beroperasi

Salah satu truk di jalanan kota Surabaya


CENTROONE.COM - Mulai 12 Juli 2015, truk besar dilarang beroperasi di jalan raya. Ini terkait kelancaran arus mudik Lebaran 1436H. Larangan ini dikeluarkan Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Provinsi Jatim. Larangan itu berlaku sejak pukul 24.00 pada 12 Juli sampai  21 Juli 2015 pukul 24.00 atau pada H-5 hingga H+3 lebaran.

Menurut Kepala Dishub LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, larangan ini hanya menindaklanjuti aturan terbaru dari Kementerian Perhubungan. Dalam aturan itu ditegaskan, sejak H-5 sampai H+3, truk-truk besar dilarang beroperasi di jalanan. “Yang dilarang adalah truk yang memuat bahan bangunan, truk gandeng, truk tempelan dan truk yang memiliki sumbu lebih dari dua," tegas Wahid Wahyudi.

Sementara untuk truk yang mengangkut ternak, sembako, BBM/BBG, susu murni, barang antaran pos, termasuk barang ekspor-impor (dari pelabuhan ke pelabuhan), tak dilarang beroperasi. Pengecualian ini demi kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.

Untuk truk barang ekspor-impor diperbolehkan jalan, asal ada persetujuan dari UPT Dishub LLAJ Jatim di kabupaten/kota setempat. Pengurangan beban volume jalan dari truk besar ini demi kelancaran arus mudik dan balik lebaran 2015.

Aturan ini juga sudah mulai disosialisasikan ke pemilik angkutan. Dan jika tetap ada pelanggaran, maka akan ada tindakan dari Dishub yang bekerjasama dengan pihak kepolisian.  

 oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra