Disinggung Reshuffle, Menkumham Sudah Siap

Kamis, 25 Jun 2015 | 23.26 WIB

Disinggung Reshuffle, Menkumham Sudah Siap

Menkumah Yasonna Laoly (ANTARA)


CENTROONE.COM - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly menjawab diplomatis soal kabar reshuffle kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla.

Menurut menteri asal PDIP ini, reshuffle merupakan kewenangan presiden. "(Reshuffle kabinet) wewenang presiden," kata Yasonna di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2015) malam.

Namun, Yasonna enggan menjawab lebih lanjut saat kembali disinggung hal tersebut. Pun termasuk saat disinggung jika nantinya Yasonna menjadi salah satu pembantu presiden yang ikut terkena reshuffle. Dia hanya menjawab diplomatis saat kembali disinggung hal serupa. "Mainkan," tandas Yasonna.

Seperti diketahui, 34 mentri Kabinet Kerja Presiden Jokowi telah menyerahkan laporan kerja selama enam bulan menjalankan tugasnya. Laporan para menteri itu tengah dipelajari oleh Presiden Jokowi. Laporan tersebut disebut-sebut menjadi bahan pertimbangan Presiden melakukan reshuffle kabinet.

Menteri Yasonna sendiri saat ini dalam sorotan publik. Pertama yakni terkait penyelesaian konflin partai PPP dan Golkar. Yasonna dinilai ikut campur dalam masalah internal partai. Padahal sebagai menteri dia seharusnya sebagai penengah. Bukannya berpihak pada salah satu kubu, seperti penyelesaian konflik dua partai yang sampai saat ini tak kunjung usai.

"Bola panas" kedua yakni terkait usulan revisi Undang-undang No 30 tahun 2002 tentang KPK. Dimana Yasonna awalnya merekomendasikan soal revisi tersebut. Akan tetapi pada akhinya dia menepisnya. Dia menyebut usulan tersebut datangnya dari DPR.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra