PNS Diminta Waspada Modus Penipuan Jabatan

Kamis, 25 Jun 2015 | 23.00 WIB

PNS Diminta Waspada Modus Penipuan Jabatan

Sejumlah PNS di Surabaya mengikuti upacara


CENTROONE.COM -Hati-hati, aksi penipuan belakangan ini marak. Tentunya aksi itu untuk mengeruk keuntungan pribadi yang justru merugikan orang lain. Penipuan itu tak saja menimpa masyarakat umum, tapi juga mengincar PNS di lingkungan Pemkot Surabaya.

Belakangan ini marak aksi penipuan di internal pemkot dengan modus pengangkatan dalam jabatan structural. Aksi itu mengatasnamakan pejabat struktural di Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Surabaya. Aksi itu meminta sejumlah uang melalui transfer ke rekening salah satu pejabat struktural di BKD dengan berbagai alasan.

Menyikapi hal itu, BKD Kota Surabaya mengimbau pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya untuk lebih berhati-hati terkait maraknya penipuan di lingkungannya. Kepala BKD Kota Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan, penipuan yang dilakukan melalui telepon tersebut, mengincar para pegawai yang berada di lingkungan kelurahan dan juga kecamatan di Kota Surabaya.

“Para pegawai dijanjikan mendapatkan jabatan struktural tertentu, atau dinaikkan jabatannya. Modusnya dengan meminta dan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening bank tertentu,” ujar Mia Santi Dewi, ketika dihubungi, Kamis (25/6/2015).

BKD, jelas Mia Santi Dewi, merasa perlu memberikan statement resmi dikarenakan upaya penipuan melalui telepon kepada PNS di lingkungan Pemkot Surabaya, karena semakin marak. Menurutnya, terkait promosi ataupun rotasi di lingkungan Pemkot Surabaya, sama sekali tidak ada pungutan biaya.  

“Pemerintah Kota Surabaya tidak pernah meminta imbalan dalam bentuk apapun dalam kaitannya dengan promosi ataupun rotasi dalam jabatan struktural dan urusan kepegawaian lainnya,” sambung Mia Santi.

Oleh karena itu, Mia mengimbau kepada seluruh jajaran SKPD Kota Surabaya, agar selalu waspada. Tidak hanya waspada secara personal, tetapi juga memberitahukan kepada seluruh stafnya untuk tidak mudah percaya terhadap usaha penipuan baik berupa telepon maupun SMS atau yang lainnya yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. (windhi)

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra