Semen Indonesia Masih Kuasai Market Share Tanah Air

Kamis, 25 Jun 2015 | 22.00 WIB

Semen Indonesia Masih Kuasai Market Share Tanah Air

Logo Semen Indonesia


CENTROONE.COM -PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki 13 pabrik, masih yakin mampu menguasai market share di Indonesia. Sebab, selama beberapa tahun berturut-turut, perusahaan penghasil Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Padang dan Thanglong Cement ini, selalu menguasai market share Indonesia.

Untuk tahun ini saja, PT SMI masih menguasai market share semen sebesar 43,8 persen. Itu diikuti Indocement dan Holcym. Dari angka itu, sampai April 2015, konsumsi semen paling tinggi masih ada di Pulau Jawa, sebanyak 56,5 persen dari konsumsi nasional.

Ini diakui Corporate Secretary PT SMI Agung Wiharto. Menurut dia, saat harga semen turun, namun cost nya tetap naik, hal inilah yang mengganggu laba bersih perusahaan. Namun dia tetap yakin jika pada tahun ini prospek semen akan membaik.

“Ini seiring dengan membaiknya industri, housing, property yang tetap masih bertumbuh. Tahun lalu target pertumbuhan adalah 3,2 persen, namun untuk tahun ini kita targetkan pertumbuhan hanya 0,1 persen, sehingga targetnya mencapai 5,8 persen. Dari nilai 3,2 persen itu, hampir mencapai 6,4 juta ton per tahun,” beber Agung Wiharto yang bertemu wartawan di Surabaya.

Dia juga mengakui, saat ini pertumbuhan infrastruktur di Indonesia membanik, namun tidak butuh banyak semen. Saat ini, kebutuhan perkapita semen di Indonesia masih di bawah Cina, Singapura, Thailan, Malaysia dan Philipina. Bahkan diakui pula jika perkembangan infrastruktur Indonesia lambat. Ini dibuktikan dari konsumsi semen curah yang hanya mencapai 21 persen dan semen zak mencapai 79 persen.

Tak hanya menghadapi pertumbuhan infrastruktur di Indonesia, PT SMI juga harus menghadapi 12 pesaing semen yang bermain di Indonesia. Untuk itu ada upaya strategis yang akan dijalankan, seperti strategi pemasaran dan efesiensi. Namun Agung didampingi Dirut PT Semen Gresik Sunardi, enggan menyebutkan strategi pemasaran apa yang akan dipakai.

“Ini kan rahasia perusahaan, tentu tak etis diungkapkan. Kita saat ini tetap bersyukur jika brand equity Semen Gresik masih terbaik,” timpal Sunardi.

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra