Mangkir , Ilham Arief Terancam Dijemput Paksa

Kamis, 25 Jun 2015 | 02.00 WIB

Mangkir , Ilham Arief Terancam Dijemput Paksa

Mantan wali kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) (ANTARA)


CENTROONE.COM - Mantan wali kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) tak memenuhi panggilan alias mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ilham mangkir pemeriksaan tanpa memberikan keterangan.

Padahal, Ilham sedianya akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait kerja sama kelola dan transfer untuk instalasi PDAM Kota Makassar saat ia menjabat sebagai wali kota. "IAS tidak hadir tanpa keterangan hari ini," ucap Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Rabu (24/6/2015).

Atas ketidakhadiran itu, KPK akan melakukan pemanggilan ulang terhadap yang bersangkutan pekan depan. Namun, Priharsa belum mengetahui kapan diagendakan pemanggilan kembali. Ilham dimungkinkan dijemput paksa oleh penyidik KPK jika terus mangkir tanpa keterangan. Sebab mangkirnya terperiksa tidak dibenarkan oleh KUHAP. "Saya belum tahu (pemanggilan selanjutnya)," tandas Priharsa.

Pemeriksaan Ilham hari ini merupakan yang pertama kali setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Juni 2015 lalu. Penetapan tersangka saat ini merupakan yang kedua kali. Surat perintah penyidikan (sprindik) baru, dikeluarkan setelah gugatan praperadilan Ilham dikabulkan oleh hakim tunggal Yuningtyas Upiek Kartikawati di PN Jaksel.

Akan tetapi, mantan wali kota Makassar dua periode itu nampaknya tak mau menyerah begitu saja atas penetapannya sebagai tersangka oleh KPK untuk yang keduakalinya. Dia kembali melawan KPK dengan menggugat kembali ke jalur praperadilan.

Permohonan praperadilan Ilham telah dilayangkan Selasa (16/6/2015). Ilham dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah ke dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


oleh;Rangga T-editor:YL.antamaputra