5 Jaksa Terbaik Ditunjuk Ikut Seleksi Capim KPK

Rabu, 24 Jun 2015 | 07.00 WIB

5 Jaksa Terbaik Ditunjuk Ikut Seleksi Capim KPK


CENTROONE.COM - Lima jaksa terbaik yang direkomendasikan mendaftar calon Pimpinan KPK jilid IV. Kelima jaksa tersebut direkomendasikan lantaran dianggap layak mengikuti seleksi sebagai capim KPK berdasarkan rekam jejak yang baik selama menjadi keluarga Korps Adhyaksa.

Adapun kelima jaksa tersebut adalah, Sekretaris Badan Diklat Kejaksaan P Djoko Subagyo SH MH, Sekretaris Jamwas (Sesjamwas) merangkap sebagai Pelaksana Tugas (plt) Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Dr Jasman Pandjaitan. Selain itu, Direktur Perdata pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Sri Haryati SH MH, Kajati Sulawesi Selatan Suhardi SH MH, dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua M Rum SH MH.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, penunjukan lima jaksa tersebut berdasarkan masukan sejumlah pihak, yakni keluarga purna Adhyaksa, dan para senior Kejaksaan yang selama ini selalu mengikuti perkembangan dari awal sampai sekarang. Berdasarkan hasil pantauan selama ini, mereka akhirnya menunjuk personilnya.

"Saya juga sudah membicarakan dengan jajaran Jaksa Agung Muda dan Wakil Jaksa Agung tentang siapa-siapa saja yang pantas untuk mengikuti seleksi komisioner KPK," ucap Prasetyo di Jakarta, Selasa (23/6/2015).

Penunjukan lima jaksa tersebut menyusul pertemuan Jaksa Agung dengan Pansel beberapa waktu lalu. Ketika itu, tim Pansel meminta Jaksa Agung mengusulkan jaksa terbaiknya untuk menjadi bagian komisi antirasuah.

Prasetyo mengklaim, kelima jaksa itu murni ditunjuk berdasarkan pengalaman dan prestasi yang baik selama menjalani tugasnya sebagai jaksa di Tanah Air. Sebab itu, diklaim Prasetyo, kelima jaksa tersebut bukan titipan Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Mereka betul-betul tampil ikut seleksi sebagaimana yang akan dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel), termasuk pemenuhan kriteria dan persyaratan yang ditentukan. Jadi mereka bukan calon titipan. Mereka akan mengikuti apapun yang disyaratkan oleh panitia. Mereka semua memenuhi kriteria, karena kalau tidak, mana mungkin kita ajukan," kata Prasetyo.

Jika nantinya ada jaksa lain mengajukan izin untuk mendaftar dan Kejaksaan Agung tidak memberikan rekomendasi, artinya Kejaksaan masih memerlukan tenaga jaksa tersebut.

"Kami juga tidak ingin kehabisan tenaga. Kejaksaan juga masih ingin berkiprah tidak hanya KPK. Kejaksaan juga ingin berbuat sebagai penegak hukum. Jadi, bukan berarti yang tidak diloloskan itu tidak baik," pungkas Prasetyo.


oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra