Marwan Jafar : Modal Sosial Harus Jadi Basis Penguatan Ekonomi Desa

Senin, 22 Jun 2015 | 19.58 WIB

Marwan Jafar :  Modal Sosial Harus Jadi Basis Penguatan Ekonomi Desa

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar saat mengunjungi salah satu desa nelayan


CENTROONE.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar menekankan perlu adanya upaya menciptakan kewirausahawan yang basisnya bukan hanya modal finansial.

Menurut dia, perlu juga penyertaan modal sosial terkait hal tersebut. "Misalnya kalau kita bicara desa wisata, kita bukan hanya sekedar bicara kekuatan modal saja, akan tetapi juga ada kekuatan sosial seperti gotong royong yang kita punyai sebagai identitas masyarakat Indonesia, itu harus menjadi nilai tambah," ucap Menteri Marwan dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (22/6/2015).

Seperti diketahui, penguatan ekonomi desa menjadi salah satu fokus dari program kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi. Namun, penguatan ekonomi desa yang dimaksudkan bukan hanya sekedar produksi sektor primer yang kerap kali menempatkan masyarakat desa sebagai subsistem.

Menurut Marwan, BUMDES sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi yang diamanatkan UU Desa tidak harus melulu menyantuni kepentingan yang bersifat ekonomi, tetapi aspek-aspek sosial juga perlu dipenuhi. Sehingga keberadaan BUMDES itu menjadi relevan dalam konteks sosial masyarakat desa.

Marwan menekankan, BUMDES sebagai instrumen koorporasi dalam instrumen ekonomi di pedesaan harus tetap meletakkan modal sosial masyarakat sebagai yang utama. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari konflik kepentingan di masyarakat.

"Dengan seperti itu, jika meletakkan modal sosial sebagai yang utama, BUMDES tidak akan menimbulkan konflik kepentingan di tengah masyarakat. Kalau melulu hanya bertujuan mengumpulkan modal finansial, BUMDES akan susah bertahan di tengah-tengah masyarakat," pungkas Marwan.


oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra