Temukan Kemaksiatan, Ormas Dilarang Gerak Sendiri

Minggu, 21 Jun 2015 | 07.00 WIB

Temukan Kemaksiatan, Ormas Dilarang Gerak Sendiri

Salah satu kegiatan sweeping ormas saat dolly masih buka


CENTROONE.COM - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam saat Ramadhan agar tak bertindak sendiri dalam melakukan sweeping kemaksiatan. Sebab, di Surabaya sudah ada Perda yang mengaturnya. Hal ini untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Ditegaskan Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha, terkait masalah rekreasi dan hiburan umum, Surabaya sudah memiliki regulasinya. Untuk melakukan pengawasan dan penertiban atas pelanggaran yang terjadi, kewenangannya berada di tangan Satpol PP dan Bakesbangpol Linmas.

Untuk itu, Masduki berharap agar pemkot secara intens mau melaporkan berbagai tindak pelanggaran yang ada di lapangan. Jangan sampai hal itu didiamkan pemkot, pemkot justru harus tegas menindaknya.

Dalam penegakkan perda, Satpol PP bisa meminta bantuan aparat kepolisian maupun TNI. Ia menghimbau kepada seluruh ormas, diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Banser maupun Anshor untuk tidak bertindak sendiri dalam menangani masalah kemaksiatan yang ada di sekitar masyarakat. “Hendaknya masyarakat melaporkan ke pihak berwajib jika mengetahui ada praktek kemaksiatan yang terjadi di Ramadhan ini,” tandas Masduki.

Apalagi pemkot, jajaran Forpimda dan perhimpunan pengusaha hiburan umum juga sudah melakukan kesepakatan bersama untuk tidak membuka tempat usahanya yang rawan kemaksiatan. Hal ini tentu harus dipatuhi. 


oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra