Antisipasi MERS, Persiapkan 100 RS Plus Kartu Kuning

Jumat, 19 Jun 2015 | 19.00 WIB

Antisipasi MERS, Persiapkan 100 RS Plus Kartu Kuning

Perawat berjalan saat akan memberi makan pada seorang pasien terduga terjangkit Middle East Respiratory Symptom Coronavirus (MERS CoV) di Ruang Isolasi Khusus RSU Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/6). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat


CENTROONE.COM - Penyebaran virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah, atau MERS  mulai merambah  kawasan Asia Tenggara.

Thailand menjadi negara asia tenggara pertama, dan  negara keempat di Asia yang dilanda virus mematikan ini.  Sementara itu World Health Organization (WHO) menyebut MERS jadi peringatan kerasa bagi semua negara.

Terkait serangan virus tersebut, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan langkah strategis guna mencegah MERS masuk ke Indonesia.

Di antaranya, menyiapkan seratus rumah sakit rujukan yang dulu disiapkan untuk menangani penderita ebola dan flu burung.  "Setiap negara harus bangun dan mempersiapkan diri menghadapi penularan MERS, termasuk Indonesia," kata Tjandra.

Sedangkan para penumpang pesawat yang berasal dari negara terinfeksi, seperti Korea Selatan dan Arab Saudi, akan diberi kartu kuning. 

" Kartu itu harus diisi dengan riwayat kesehatan dan dibawa selama berkunjung ke Indonesia. Bila dalam 14 hari terserang demam tinggi lebih dari 38 derajat, pemegang kartu kuning diwajibkan melapor ke institusi kesehatan terdekat.  " ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Mohammad Subuh.

Kementerian juga menyiapkan Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laboratorium ini merupakan satu dari tiga laboratorium di Asia yang diakui bisa memeriksa MERS, selain Thailand dan India.  Penyuluhan kepada masyarakat juga diinsentifkan.  bbs