MERS Masuk Asia Tenggara, 1 Ditemukan di Thailand

Jumat, 19 Jun 2015 | 18.00 WIB

MERS Masuk Asia Tenggara, 1 Ditemukan di Thailand

Dua wanita memakai masker untuk mencegah terpapar Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) saat berada di dalam kereta bawah tanah di Seoul, Korea Selatan, Jumat (12/6). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/djo/15


CENTROONE.COM - Penyebaran virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah, atau MERS  mulai merambah  kawasan Asia Tenggara. Thailand menjadi negara asia tenggara pertama, dan  negara keempat di Asia yang dilanda virus mematikan ini.

Pihak pemerintah Thailand,  Menteri Kesehatan Thailand, Rajata Rajatanavin mengumumkan bahwa seorang pengusaha berusia 75 tahun dari Oman telah dinyatakan positif mengidap MERS.  "Hari pertama dia datang dia diperiksa. Dan pasien ini dinyatakan terjangkit virus MERS.Dari dua tes laboratorium, kita dapat memastikan bahwa virus MERS telah ditemukan (di Thailand)." ujar Rajata seperti diansir dari CNN.

Sementara itu, 59 orang lainnya kini tengah diperiksa untuk memastikan apakah mereka juga terpapar MERS, termasuk tiga kerabat sang korban yang berada di Bangkok. MERS disebabkan oleh coronavirus dari famili yang sama dengan virus yang Syndrom Pernafasan Akut Parah, SARS, yang menewaskan 349 orang di China pada tahun 2003.  

Sementara itu sejak memasuki kawasan Asia Timur bulan lalu di Korea Selatan,  wabah MERS mengakibatkan 23 kematian sejauh ini. Sebanyak 165 orang dinyatakan terinfeksi dan 6.700 lainnya di karantina untuk menekan penyebarannya. Selain Korea Selatan dan Thailand, China dan Filipina juga melaporkan satu kasus penjangkitan MERS tahun ini.bbs