LBH-Buruh Dirikan Posko Pengaduan THR

Jumat, 19 Jun 2015 | 06.00 WIB

LBH-Buruh Dirikan Posko Pengaduan THR

Jumpa pers pendirian Posko THR di LBH Surabaya. (windhi/centroone)


CENTROONE.COM - Kabar baik bagi buruh atau pekerja yang bermasalah dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi yang mengalami masalah dengan THR bisa mengadu ke Posko THR. Posko yang didirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya bekerjasama dengan Relawan Buruh Jatim.

Posko pengaduan itu bisa ditemui di Jl Kidal 6, markasnya LBH Surabaya.Ini bukan posko yang pertama kali didirikan, Posko THR ini sudah berdiri sejak 10 tahun lalu. Tujuannya memang untuk menampung keluhan dan laporan terkait pembayaran THR para buruh. Disampaikan salah satu relawan buruh Jatim Jamaluddin, posko yang didirikan itu memang efektif dan berhasil menyelesaikan permasalahan THR buruh.

Dikatakan dia, pada tahun lalu, dari sekian banyak kasus, 60 persen perkara THR itu terselesaikan. Biasanya, kata Jamaluddin, THR banyak tak dibayarkan kepada para buruh dengan status pekerja kontrak atau outshorching dan harian lepas. Hal ini yang jadi kekuatan perusahana untuk tidak memberi THR kepada buruh.

“Yang sering dijumpai adalah tidak memerpanjang kontrak sebelum puasa. Perusahaan memiliki itikad buruk untuk tidak membayar THR. Belum lagi ada perusahaan yang mencicil dan memotong THR karena tak masuk kerja. Ini bentuk pelanggaran yang dilakukan perusahaan,” tandas Jamaluddin.

Saat ini, masalah THR itu sudah diatur dalam Permenaker 04/MEN/1994 tentang THR bagi pekerja di perusahaan. Aturannya, THR minimal senilai satu kali gaji dan diberikan tujuh hari sebelum hari raya. Koordinator Posko THR Abdul Wachid Habibullah lebih spesifik menyoroti pekerja yang berada di lingkungan pemerintahan tapi berstatus pekerja lepas atau ourshorching.

Bahkan, sampai saat ini banyak kasus terjadi di lingkungan Pemkot Surabaya. Karena itu dia mengimbau kepada pekerja di Pemkot Surabaya bisa melapor ke Posko THR jika ada permasalah
tersebut.  


oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra