Tekan Kenaikan Harga, Gencarkan Bazar dan Operasi Pasar

Jumat, 12 Jun 2015 | 06.00 WIB

Tekan Kenaikan Harga, Gencarkan Bazar dan Operasi Pasar<br>

Pedagang merapikan beras dagangannya di Pasar Raya, Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (22/5). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Spt/Rei/15.


CENTROONE.COM -Antisipasi kenaikan harga jelang Ramadhan, dilakukan Pemkot Surabaya. Langkah itu untuk mengendalikan stabilitas harga di masyarakat.

Melalui Bazaar Ramadhan dan Operasi Pasar, diharapkan, harga di pasar tak melonjak. Untuk bazar Ramadhan, biasanya hanya di 10 titik di Surabaya, tahun ini ditambah menjadi 20 titik. Intervensi ini benar-benar untuk mengendalikan harga pasar.

Menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memimpin rapat koordinasi pengendalian stabilitas harga di Balai Kota, Kamis (11/6/2015), kenaikan harga sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Justru dengan turunnya daya beli, dampaknya berbahaya. Hal itu bisa menjurus ke masalah sosial dan kriminalitas. Ini yang ditakutkan Pemkot Surabaya sehingga wali kota menginstruksikan penambahan lokasi bazaar.

Dalam rapat itu, pemkot mengundang para produsen dan distributor. Dua pihak ini diminta untuk berpartisipasi dalam Bazaar Ramadhan. Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti instruksi wali kota guna memerbanyak penyelenggaraan bazaar. “Selama ini kami sudah menjalin koordinasi dengan produsen dan distributor dengan baik. Bazaar itu merupakan pemantapan di lapangan,” tandas Widodo.

Widodo menambahkan, pemkot sejatinya sudah memulai “pemanasan” Operasi Pasar sejak Senin (8/6/2015) hingga Kamis (11/6/2015). Selanjutnya, pelaksanaan intervensi pemkot di sektor ekonomi tersebut akan dimulai saat memasuki bulan puasa, tepatnya pada 23 Juni dan berakhir H-5 sebelum lebaran. 




 oleh: Windhi A-editor:YL.antamaputra