FBI Ungkap Babak Baru Kasus Peretasan Foto Bugil Seleb Dunia

Kamis, 11 Jun 2015 | 16.47 WIB

FBI Ungkap Babak Baru Kasus Peretasan Foto Bugil Seleb Dunia<br>

Foto: centroOne/Reuters


Centroone.com - Kasus peretasan foto-foto pribadi dan topless milik selebriti dunia beberapa waktu lalu masih belum bisa dibongkar FBI.

Dilansir dari laman Eonline beberapa jam lalu, beberapa bintang dunia bahkan masih merasa was-was terhadap hacker yang melancarkan aksi peretasan terhadap gadget milik mereka yang berisikan foto-foto pribadi, termasuk foto bugil.

Menurut FBI, tak hanya para bintang yang diretas oleh para hacker, bahkan keluarga dan orang-orang terdekat mereka pun tak luput dari aksi sang hacker. Dari dokumen pengadilan, ada setidaknya 600 akun yang berhasil diretas.

Hingga saat ini, FBI masih terus melakukan penyelidikan sejak foto topless Jennifer Lawrence alias JLaw, Kate Upton, Amber Heard, dan selebriti ternama lainnya berhasil disebar para hacker.

Pihak FBI pada Oktober 2014 sendiri mengklaim telah melakukan penyelidikan di sebuah kediaman kawasan Chicago yang diketahui mempunyai rekaman ponsel dan data IP yang sama dengan para peretas.

Peretasan tersebut dicurigai berasal dari dua email dan komputer atas nama Emilio Herrera. Setidaknya ada 572 akun yang berhasil diakses oleh para peretas dari dua alamat email itu. Sedangkan data IP yang dimaksud telah mencoba untuk me-reset 1.987 password iCloud milik para selebriti dan keluarga besar mereka.

Meski begitu, pihak FBI masih belum memutuskan Emilio sebagai tersangka dalam kasus ini, karena alamat email dan IP bisa dipalsukan.

"IP dan alamat email bisa dipalsukan dengan berbagai macam teknologi. Data internet dapat disalurkan melalui komputer pihak ketiga tanpa sepengetahuan pemiliknya, dengan menggunakan sejumlah paket perangkat lunak," kata juru bicara (jubir) FBI.

JLaw menjadi selebriti pertama yang foto bugilnya tersebar di dunia maya pada September 2014 lalu. Foto bugil yang sempat menghebohkan publik itu pun diakui oleh JLaw merupakan miliknya.

Sampai sekarang, pihak FBI mengklaim masih terus menyelidiki kasus ini sampai pelakunya benar-benar bisa diringkus.

Editor: Rie