Upacara HJKS, Wali Kota Ajak Warga Bersaing di MEA

Minggu, 31 Mei 2015 | 18.26 WIB

Upacara HJKS, Wali Kota Ajak Warga Bersaing di MEA<br>

Walikota Tri Rismaharini saat Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Pada peringatan puncak Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-722, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warga untuk meningkatkan kerja keras dan menghidupkan semangat gotong royong. Hal ini sebagai koreksi atas kinerja kolektif yang dilakukan bersama-sama antara masyarakat dengan Pemkot Surabaya. Pada upacara peringatan HJKS di Taman Surya, Minggu (31/5/2015), Risma, sapaan akrab wali kota memaparkan banyak hal tentang upaya yang sudah dijalankan pemkot, khususnya dalam menyiapkan warga kota dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) per 31 Desember 2015.

Dalam hal ini, pemkot menyiapkan sumber daya manusia (SDM). Pemkot juga telah menggelar sertifikasi tenaga kerja dan membangun Rumah Bahasa di Balai Pemuda yang bisa dimanfaatkan warga, tidak hanya untuk belajar bahasa asing, tetapi juga untuk konsultasi usaha. Menurut Risma, era MEA ini tidak ubahnya seperti perjuangan kemerdekaan 1945. Meski beda nuansa, tetapi risikonya sama. Jika kalah, warga Surabaya akan terjajah. “Kita akan dijajah di bidang ekonomi. Kita hanya akan jadi penonton di kota sendiri. Apalah arti perjuangan pahlawan dalam mengupayakan kemerdekaan bila kita tak mampu jadi tuan dan nyonya di kota sendiri,” tegas wali kota.

Terkait upaya meningkatkan kualitas kesehatan, pemkot juga sudah membangun taman-taman kota dan menerapkan green building. Apalagiuntuk investasi, pemkot sudah memermudah warga dalam mendapatkan pelayanan perizinan yang transparan dan akuntabel melalui Surabaya Single Windows (SSW). “Surabaya tidak hanya menjadi kota metropolitan maju tapi juga berkonsep home yang nyaman bagi warga dan berwawasan ekologi. Surabaya kini diperhitungkan di pentas dunia. Untuk itu, warga Surabaya harus terus bekerja keras untuk menjadikan Surabaya lebih baik,” jelas wali kota.

Kepada pelajar yang ikut upacara itu, wali kota berpesan agar tidak mudah menyerah dan selalu mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemkot Surabaya membuka akses pendidikan dan juga membuka ruang bagi para siswa-siswi untuk mengembangkan potensinya, tidak hanya di bidang akademis, tetapi juga di bidang seni dan olahraga.

Yang menarik, saat upacara HJKS ke-722, para lurah, camat, kepala bagian, kepala dinas hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya bersama asistennya, ikut upacara dengan busana khas Surabaya, Cak dan Ning. Usai upacara, wali kota memberikan penghargaan kepada beberapa warga yang berprestasi dari mulai sekolah berprestasi, PNS yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun, juga fasilitator ekonomi. Saat itu, Santoso warga Surabaya menyerahkan kuda poni berusia enam bulan dan rencananya akan jadi koleksi Kebun Binatang Surabaya. Upacara itu ditutup penampilan tari remo dan tari jaranan oleh 722 anak-anak. Wali kota juga melakukan teleconference dengan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sentra PKL Deles MERR, Jajar Tunggal dan Kembang Kuning. Upacara HJKS ke-722 bertemakan “Semarak Surabaya Dalam Keberagaman Budaya”tersebut dihadiri duta besar negara sahabat, beberapa kepala daerah kabupaten/kota, Forpimda Kota Surabaya, juga DPRD Surabaya.  


oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra