Seribu Perempuan Ikuti Pelatihan Kain Jumputan

Minggu, 31 Mei 2015 | 08.15 WIB

Seribu Perempuan Ikuti Pelatihan Kain Jumputan<br>

Peserta pelatihan kain jumputan memanfaatkan momen foto bersama wali kota. (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM - Dalam rangkaian acara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-722, Tim Penggerak PKK Surabaya ambil bagian dalam kemeriahan itu. Bersama Pemkot Surabaya, PKK mengadakan pelatihan pembuatan kain jumput di Sibec Ballroom, Gembong, Sabtu, (30/05/2015) kemarin.

Acara ini sebagai upaya memasyarakatkan kain jumputan kepada lingkungan sekitar. Acara yang dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diikuti 1.000 peserta yang berasal dari 31 kecamatan di Kota Surabaya.

Wali kota mengatakan, setiap lawatannya ke daerah lain, kain jumputan tak hanya dipergunakan untuk pakaian, kain jumputan bisa dipergunakan juga untuk sarung bantal, scraft, dan sprei. Wali kota menambahkan, kain jumputan dapat dijadikan ladang usaha yang menjajikan.

“Saya tidak ingin, Surabaya menuju usia yang ke-722 tahun, dan warganya malah jadi penonton. Warga kota harus jadi tuan rumah di Kota Sendiri. Ke depan, kita harus menyiapkan anak-anak kita agar mampu bersaing tidak hanya dengan warga Kota Surabaya, namun dengan masyarakat dunia, dengan cara memberikan pendidikan melalui kerja keras orang tuanya,” ujar wali kota.

Wali kota juga mengatakan, banyak pelaku kerajinan besar yang lahir melalui pelatihan seperti ini. “Awalnya hanya ibu rumah tangga biasa, kini menjadi pengusaha yang sukses  berjualan di kota-kota besar di Indonesia,” tegas wali kota. Ibu Lilik, perwakilan dari Kecamatan Sawahan yang sempat mengikuti pelatihan 2014 mengatakan, setelah mengikuti pelatihan sebelumnya, kini ia mampu mengajarkan kepada ibu-ibu di daerahnya.

Tak hanya membuat kain untuk pakaian, namun juga membuat taplak meja, scraf, bahkan sprei. Bahkan ia sempat kewalahan saat menerima pesanan berupa seragam untuk anggota pengajian di tempatnya. “Sekitar 68 kain jumputan yang saya produksi untuk pakaian dan taplak yang sudah saya produksi dari 2014 hingga sekarang,” tegasnya.






oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra