Tim Transisi : Sanksi FIFA Momentum Benahi Sepakbola Nasional

Minggu, 31 Mei 2015 | 10.31 WIB

Tim Transisi : Sanksi FIFA Momentum Benahi Sepakbola Nasional <br>

Pemain Persib Bandung, Vladimir Vujovik (kiri) berebut bola dengan pesepakbola Bali United Pusam, Bayu Gatra dalam pertandingan persahabatan di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/5). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana,


CENTROONE.COM - Kisruh yang terjadi dalam dunia sepakbola Indonesia akhirnya membuat Indonesia -dalam hal ini PSSI - benar-benar dijatuhi sanksi oleh badan sepakbola dunia FIFA. FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia setelah menggelar emergency meeting Komite Eksekutif di Zurich, Swiss, Sabtu (30/5/2015).

Putusan itu diketahui melalui surat yang dikirimkan Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke. Menanggapi sanksi ini,Tim Transisi Kemenpora Zuhairi Misrawi memilih bersikap tenang.  "Sanksi FIFA bukan akhir sepakbola nasiobal, tapi justru momentum untuk membenahi sepakbola nasional," kata Zuhairi Mistawi seperti dikutip dalam akun twitter pribadinya.

Akibat sanksi yang dijatuhkan FIFA, seperti yang tertuang dalam surat FIFA, maka PSSI kehilangan hak-haknya sebagai anggota FIFA. (Statuta FIFA Pasal 12 ayat 1). Selain itu, semua tim sepakbola Indonesia (tim nasional maupun klub-klubnya) dilarang berhubungan keolahragaan dengan anggota FIFA yang lain (termasuk AFC), termasuk mengikuti kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan oleh FIFA dan AFC. (Statuta FIFA Pasal 14 ayat 3). Khusus pasal ini, FIFA masih mengijinkan timnas U-23 untuk berlaga di SEA GAMES.

Dan yang ketiga, PSSI dan ofisialnya tidak memperoleh hak terkait program-program pengembangan FIFA, dan juga pelatihan-pelatihan, selama masa hukuman.   bbs