Hindari Konflik, Disarankan Bentuk Pengurus Tunggal

Minggu, 31 Mei 2015 | 11.00 WIB

Hindari Konflik, Disarankan Bentuk Pengurus Tunggal  <br>

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua umum Partai Golkar versi munas Bali Aburizal Bakrie (tengah) dan Ketua Umum Partai Golkar versi munas Ancol Agung Laksono (kiri) menunjukan berkas kesepakatan islah setelah menandatanganinya di Jakarta, Sabtu (30/5). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


CENTROONE.COM - Islah dua Golkar diharapkan memunculkan  kepengurusan tunggal.  Demikian disampaikan Ketua Populi Center Nico Harjanto, Minggu (31/5/2015).

Pasalnya, jika islah dilakukan hanya untuk kepentingan dua pemimpin saja, maka sudah pasti masing-masing kubu akan ada yang dirugikan dan diuntungkan. Apalagi dalam mengusung tokoh yang akan maju dalam Pilkada Desember 2015 mendatang.

"Saya kira itu yang harus ditempuh mereka. Mereka sepakat pada satu kepengurusan baru. Karena saat ada tim bersama untuk menentukan siapa yang menjadi calon kepala daerah itu bentum tentu komposisinya bisa 50 banding 50," terang Nico.

Menurut Nico, dari 269 Kabupaten dan Kota, tentunya proses pembagian tidak akan mudah jika masing-masing kubu tidak bersatu. "Mungkin nanti kalau kubu Ical (Aburizal Bakrie-red) mendapatkan daerah kaya tambang dan daerah kaya sumber daya alam, mungkin nanti kubu Agung Laksono bisa jadi protes, tidak terima dan sebaliknya," tandas Nico.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra