Dualisme Golkar Berakhir Sementara Lewat Islah

Minggu, 31 Mei 2015 | 04.57 WIB

Dualisme Golkar Berakhir Sementara Lewat Islah <br>

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Ketua umum Partai Golkar versi munas Bali Aburizal Bakrie (kedua kanan), Ketua Umum Partai Golkar versi munas Ancol Agung Laksono (kedua kiri), Sekjen munas Bali Idrus Marham (kiri) dan Sekjen munas Ancol Zainuddin Amali (kanan) berjabat tangan setelah penandatanganan kesepakatan islah di Jakarta, Sabtu (30/5). . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


CENTROONE.COM - Dualisme Partai Golkar untuk sementara berakhir. Sabtu, 30 Mei 2015, dengan bantauan dari Wapres Jusuf Kalla yang juga politikus senior Golkar, kedua kubu yang selama beberapa bulan belakangan terlibat konflik, yaitu kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono akhirnya sepakat islah.  Islah dilakukan di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Adapun islah itu dilakukan kedua kubu, demi menyelamatkan peluang Golkar di Pilkada Serentak akhir tahun ini. Dalam islah itu ada 4 poin penting, yang    ditandatangani oleh kedua ketua kubu dan Sekjen masing-masing yang disaksikan langsung Wapres Jusuf Kalla.

Kesepakatan bersama tentang keikutsertaan Partai Golkar pada Pilkada serentak tersebut yaitu pertama setuju untuk mendahulukan kepentingan Partai Golkar ke depan sehingga ada calon kepala daerah yang bisa diusulkan pada Pilkada serentak tahun 2015. Kedua, setuju untuk membentuk tim penyaringan bersama di daerah-daerah yang akan dilaksanakan pilkada serentak tahun 2015 baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Ketiga, adapun calon yang akan diajukan harus memenuhi kriteria yang disepakati bersama. Keempat, untuk pendaftaran calon kepada orang yang diajukan Partai Golkar pada Juli 2015 usulan dari Partai Golkar ditandatangani oleh DPP Partau Golkar yang diakui oleh Komisi Pemilihan Umum.bbs