Gerindra Bongkar 'Borok' KPK

Sabtu, 30 Mei 2015 | 17.30 WIB

Gerindra Bongkar 'Borok' KPK  <br>

Logo KPK


CENTROONE.COM - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik kinerja KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. Korupsi dirasa masih merajalela meski lembaga antirasuah itu telah banyak melakukan penindakan. Fadli menilai, banyaknya penindakan yang dilakukan KPK selama 12 tahun berdiri bukan suatu prestasi. Bahkan, belum efektif.

"Pemberantasan korupsi efektif atau tidak di ukur dari banyak penindakan, atau makin pengurangan korupsi? Apakah banyak penindakan suatu prestasi? atau korupsi berkurang prestasi?. Menurut saya semakin banyak penindakan bukan prestasi. Seharusnya korupsi berkurang baru prestasi," ungkap Fadli dalam diskusi bertajuk 'Duh...!KPK' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2015).

Menurut Fadli, KPK berprestasi jika korupsi semakin berkurang. Jika tidak justru sebaliknya.Politikus Gerindra ini lantas menyoroti 'kekalahan' KPK dalam menghadapi gugatan praperadilan yang dilayangkan tersangka kasus korupsi. Dikabulkan gugatan praperadilan oleh hakim tunggal itu seakan membuka tabir 'dosa' KPK terkait upaya pendindakan yang dilakoninya.

KPK seakan berdiri 'diatas' hukum sebelum adanya kekelahan berturut-turut dalam sidang praperadilan tersebut. "Seolah-olah menjadi 100 persen suci. Ini bisa berakibat abuse of power (penyalah gunaan kekuasaan) kalau ada political temptation," tegas dia.

'Dosa' pempimpin lembaga superbody ini semakin mengemuka kian harinya. Hal itu ditandai dengan sejumlah masalah yang menjerat para pempimpin selama menjalankan tugasnya. Dua kali sudah dalam periode kepemimpinan KPK tidak menyelesaikan masa tugasnya lantaran ada suatu masalah. "Dua kali kepemimpinan kpk, dua-duanya tidak selesai dan selalu ada masalah," beber dia.

Sebab itu, kata Fadli Zon, saat ini merupakan momen yang tepat untuk mengkaji ulang pola perekrutan calon pimpinan KPK. Jika tidak polanya, minimal calonnya harus ditingkatkan kualitasnya. DPR, sambung Fadli, akan mendorong Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK yang baru saja dibentuk pemerintah untuk mendapatkan 5 sosok pemimpin yang benar-benar bekerja untuk pemberantasan korupsi.

"Lembaga ini sangat kuat dan harus diisi orang-orang yang nyaris sempurna. Kalau lembaga digunakan jadi alat politik atau "partai" kpk, akan terjadi conflict of interest," pungkas Fadli.


oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra