Brillo, OS Baru Google Untuk Internet Of Things

Sabtu, 30 Mei 2015 | 15.00 WIB

Brillo, OS Baru Google Untuk Internet Of Things <br>

ilustrasi OS Brillo Google (IST)


CENTROONE.COM - Google baru saja mengenalkan sistem operasi (OS) untuk proyek Internet Of Things mereka. Berbasis pada OS Android yang sudah mendunia, OS baru ini diberi nama Brillo.  OS baru ini diciptakan Google menggunakan konsep dasar Android, Kernel, sebagai platform dasar untuk para pengembang aplikasi Internet of Things.

"Hari ini orang-orang membuat perangkat yang terhubung seperti lampu pintar, tapi itu sulit bagi para pengembang. [Dunia IoT itu] terfragmentasi dan orang-orang merasa sulit untuk mengaturnya. Untuk melakukan hal ini anda perlu ekosistem umum. Jadi kami telah menarik orang-orang dari Android, Chrome dan Nest menciptakan ekosistem IoT lengkap.” ujar wakil presiden senior produk Google Sundar Pichai di konferensi I/O.

Brillo memiliki konektivitas WiFi dan Bluetooth Low Energy, dan Pichai mengatakan bahwa Google membenamkan sistem keamanan dari bawah sampai ke atas di Brillo sehingga para pengguna dapat mengontrol fungsi OS itu dari sebuah sistem kontrol manajemen terpusat. Untuk menemani Brillo, Google sendiri telah meluncurkan protokol komunikasi standar yang bernama Weave.


"Anda membutuhkan bahasa umum sehingga perangkat dapat berbicara satu sama lain, cloud dan ponsel anda. Jadi kita telah menstandarkan skema, sehingga perangkat ini dapat memiliki bahasa yang sama, Weave," jelas Pichai. [Dengan Weave] sebuah pintu dapat mengunci dan membuka semua perangkat yang dapat dipahami ekosistem. Segala sesuatu dengan lisensi Weave dapat memahami satu sama lain " tambah Pichai lagi.

Brillo akan hadir pada kuarter ketiga tahun ini untuk para pengembang. Internet Of Things sendiri merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus.


oleh:William-editor:YL.antamaputra