OP Mulai 16 Juni, Sentuh Kantong Masyarakat

Sabtu, 30 Mei 2015 | 08.00 WIB

OP Mulai 16 Juni, Sentuh Kantong Masyarakat<br>

Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram saat operasi pasar gas elpiji 3 kilogram di Kantor Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta, Senin (25/5). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko


CENTROONE.COM - Operasi Pasar (OP) jelang Ramadhan, akan dilaunching Pemprov Jatim mulai 16 Juni. OP ini akan digelar sampai jelang lebaran Idul Fitri. Pada tahap pertama OP, digelar sampai 15 Juli, selama sebulan. Nantinya, pihak Pemprov Jatim akan melihat situasi, jika memungkinkan akan diperpanjang waktu pelaksanaannya. Hal itu terkait hasil evaluasi apakah masih perlu melakukan stabilisasi harga.

Menurut Kepala Perum Bulog Divre Jatim Witono, dalam menyiapkan OP tersebut, pihaknya menyatakan siap dan kini Bulog dalam kondisi siaga satu. Artinya, seluruh stok kebutuhan logistik untuk OP telah disiapkan dan dalam jumlah yang tidak terbatas sesuai kebutuhan masyarakat. Adapun komoditi yang dijual seperti tahun lalu, yakni beras kualitas premium, gula pasir, tepung, dan minyak goreng.

Untuk pelaksanaannya, OP akan disebar di 78 titik pasar strategis di seluruh Jatim. Dari seluruh titik, terbanyak di Surabaya, yakni empat titik. Bahkan, pelaksanaannya juga lebih panjang. Jika OP tahun lalu digelar sejak pagi pukul 06.00-12.00, kini OP dilaksanakan lebih lama hingga pukul 16.00.

Untuk lebih mengoptimalkan stabilisasi harga, OP tak hanya dilakukan di pasar. Namun juga akan dilakukan dengan cara berkeliling. “Tak Cuma di pasar tapi juga mobile di kantong-kantong keramaian masyarakat. Ini perlu agar seluruh masyarakat Jatim bisa merasakan sembako murah yang disubsidi dari APBD Pemprov Jatim,” ungkapnya.

Tahun ini, pelaksanaan OP akan diupayakan menyetuh luar pulau seperti di Pulau Kangean wilayah Madura. Dalam pelaksanaan OP, Bulog juga bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim serta PT Jatim Nusa Utama. Untuk menyediakan logistik beras OP menggunakan stok beras premium milik Bulog Jatim. Untuk gula pasir kerjasamadengan PT Rajawali Nusantara Indonesia melalui PG Kebon Agung, komoditi tepung kerjasama dengan PT Bogasari, dan minyak goreng dari pihak swasta dengan label Bulogmart.

Adapun subsidi yang diberikan Pemprov Jatim dari dana APBD yakni untuk komoditi beras premium sebesar Rp1.250 per kg, gula pasir disubsidi Rp1.000 per kg, terigu Rp500 per kg, dan minyak goreng Rp1.250 per liter.  

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra