KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Ratu Atut

Sabtu, 30 Mei 2015 | 03.22 WIB

KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Ratu Atut<br>

Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Choisiyah, keluar dari gedung KPK usai diperiksa oleh penyidik di Jakarta, Rabu (27/5). ANTARA FOTO/Adam Bariq


CENTROONE.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rekonstruksi kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tahun anggaran 2011-2013, Jumat (29/5/2015). Rekonstruksi tersebut digelar di Gedung KPK, Jakarta.
Gubernur Banten nonaktif, Ratu Atut Chosiyah ikut menjalani rekonstruksi tersebut. Selain itu, sebanyak 15 saksi termasuk Siti Halimah alias Iim yang merupakan mantan sekretaris pribadi Atut dihadirkan dalam rekonstruksi ini.

"Penyidik kasus tindak pidana pemerasan alat kesehatan kesehatan Banten dengan tersangka RAC (Ratu Atut Chosiyah) hari ini (29/5) melakukan rekonstruksi. Kegiatan dilakukan di Gedung KPK," tutur Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha.

Menurut Priharsa, rekonstruksi dilakukan di Gedung KPK dengan pertimbangan efektifitas dan keamanan karena diikuti oleh dua tahanan. Mengingat Ratu Atut yang telah mendapat putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) tujuh tahun penjara terkait kasus suap pilkada Lebak, Iim juga telah divonis Pengadilan Tipikor Serang dengan hukuman 1,5 tahun penjara, dengan denda Rp 500 juta subsider satu bulan kurungan untuk kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Banten tahun 2011 dan 2012 senilai Rp 7,6 miliar.

Priharsa memastikan, rekonstruksi tak mengurangi substansi perkara meski digelar di dalam Gedung KPK. "Dengan pertimbangan efektivitas dan keamanan mengingat ada 2 tahanan, yaitu RAC dan Iim (siti halimah-terpidana kasus kejaksaan) serta melibatkan sekitar 15 saksi. Selain itu, beberapa peristiwa yang direkonstruksi terjadi di luar kota. Sehingga tanpa mengurangi substansi, maka rekonstruksi dilakukan di Gedung KPK," tutur Priharsa.

Dalam rekonstruksi, penyidik KPK menghadirkan sekretaris pribadi Ratu Atut lainnya, yakni Alinda Agustine Quintansari dan Riza Martina. Tak hanya itu, penyidik juga memanggil Yayah Rodiah dari swasta, pegawai Dinas Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Provinsi Banten, Dian Hermawati, Santi Rahayu dari swasta, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Prov. Banten, Ajat Drajat Ahmad Putra, Yusuf Supriyadi dari pihak swasta.

Selanjutnya, ada mantan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten, Djaja Budi Suharja, Rafei selaku supir pribadi Atut, Esih selaku Pekerja Rumah Tangga (PRT), Pemilik PT Java Medica, Yuni Astuti, Eneng Sumiyati selaku PRT Atut, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Banten, Jana Sunawati, dan Ade Soefian Kurnia selaku swasta.

KPK sebelumnya menetapkan Ratu Atut dan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, di Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun anggaran 2011-2013. Atut dan Wawan resmi berstatus tersangka sejak 6 Januari 2014.


oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra