Pengawasan Tata Kota, Butuh Perda Baru

Jumat, 29 Mei 2015 | 20.00 WIB

Pengawasan Tata Kota, Butuh Perda Baru  <br>

Balai Kota Surabaya


CENTROONE.COM - Pemkot Surabaya mengusulkan rancangan Perda tentang Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK).

Usulan ini pun disambut DPRD Surabaya. Alasan dewan, Perda itu nantinya akan membantu sistem pengawasan dan juga untuk menjadi jaminan kepastian kepada investor yang ingin berinvestasi di Surabaya. Usulan Raperda itu disampaikan Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya Eri Cahyadi.

Dijelaskan Eri, regulasi itu jelas akan memberikan kepastian kepada investor. Menurut Eri, dulu hanya ada rencana tata ruang kota. Namun kini justru lebih karena isinya berupa maket dan lebih detil. “Saat ini posisinya sudah masuk dalam agenda Prolegda di DPRD,” kata Eri.

RDTRK ini nantinya akan memerjelas Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Dalam RTRW, dalam satu kawasan hanya dirupakan warna. Misalnya, kuning untuk kawasan perumahan. Namun dengan RDTRK, dalam kawasan kuning itu ada warna lain yang lebih jelas peruntukannya. Sebab dalam rencana tata ruang kota itu juga harus jelas dampaknya terhadap wilayah sekitarnya.

“Contohnya Jl Embong Malang yang direncanakan 45 meter. Sekarang kondisinya 35 meter. Apakah kondisinya masih layak, dan bagaimana koneksinya dengan jalan-jalan disekitarnya? Artinya tidak harus dilakukan pelebaran sampai 45 meter,” tandasnya.

Sementara Saifudin Zuhri, Ketua Komisi C DPRD Surabaya yang juga Ketua Pansus LKPJ AMJ mengatakan, jika usulan pemkot berupa draft Raperda RDTRK merupakan hal yang harus diapresiasi.

“Kami sangat mendorong agar Raperda RDTRK segera dibahas dan disahkan. Keberadaannya sangat dibutuhkan dan isinya lebih detil, sehingga sangat membantu dalam hal pengawasan tata ruang kota,” ungkap Syaifudin.  






oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra