Kabareskrim Sebut KUHAP Lebih Tinggi dari Lex Spesialis KPK

Kamis, 28 Mei 2015 | 02.40 WIB

Kabareskrim Sebut KUHAP Lebih Tinggi dari Lex Spesialis KPK

Kabareskim Polri Komjen Pol Budi Waseso di PN Kota Gorontalo. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin


CENTROONE.COM - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Budi Waseso menyebut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) lebih tinggi dari Undang-Undang KPK yang bersifat khusus atau lex spesialis. Karena itu, lembaga penegak hukum dalam menjalankan tugasnya harus mentaati aturan tersebut , termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Nggak. Kuhap itu lebih tinggilah. Dan itu harus diikuti," tegas Komjen Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2015).
Hal itu diungkapkan Budi Waseso sekaligus menanggapi keputusan hakim Haswandi yang mengabulkan gugatan praperadila mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo terkait kasus dugaan korupsi permohonan keberatan wajib pajak Bank Central Asia (BCA). Dalam pertimbangannya, majelis menilai, penyidikan yang dilakukan KPK tidak sesuai aturan Undang-undang. Selain itu, penyelidik dan penyidik KPK yang menangani kasus Hadi dinilai secara administrasi tidak memiliki status jelas.
Menurut Budi Waseso, setiap aparat penegak hukum seharusnya dalam menindak suatu perkara berdasarkan undang-undang. "Iya, itu kan memang undang-undang kan begitu. Kita ikuti apa yang ada di undang-undang aja," ucap Jenderal bintang tiga yang akrab disapa Buwas itu.
Dijelaskan Buwas, dalam KUHAP pasal 1 butir 1 disebutkan bahwa seorang penyidik berasal dari Polri dan PNS yang diberikewenangan khusus oleh undang-undang. "Ya kan dalam KUHAP dijelaskan itu, penyidik itu gmana. Penyidik harus Polri," terang dia.
KPK, kata Buwas, tetap harus merujuk pada KUHAP meski dalam undang-undang No 30 tahun 2002 tentang KPK disebutkan, penyidik adalah penyelidik yang diangkat dan diberhentikan oleh KPK. "Tapi tidak lepas dari KUHAP. Artinya, harus anggota polri atau penyidik sipil yang diangkat. Tapi dia harus berawal diangkat dari Polri," tandas Buwas.
oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra