KY Analisa Sepak Terjang Hakim Haswandi

Kamis, 28 Mei 2015 | 02.36 WIB

KY Analisa Sepak Terjang Hakim Haswandi <br>


CENTROONE.COM - Komisioner Komisi Yudisial (KY) tengah menganalisa jalannya persidangan gugatan praperadilan Hadi Poernomo yang sebelumnya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan praperadilan itu akhirnya dikabulkan hakim tunggal Haswandi.
Putusan hakim Haswandi yang menganulir status tersangka Hadi Poernomo atas kasus dugaan korupsi permohonan keberatan pajak Bank Central Asia (BCA) menuai kritik. Ditenggarai ada dugaan pelanggaran etik oleh hakim Haswandi dalam memutuskan praperadilan tersebut. Hal itu mengemuka lantaran putusan hakim Haswandi di luar apa yang dimohonkan Hadi Poernomo.
Lantaran tengah dianalisa, KY belum dapat menyimpulkan apakah ada pelanggaran etik yang dilakukan Haswandi saat memimpin sidang. Hasil sidang mantan Dirjen Pajak yang tengah disusun itu berdasarkan pantauan KY di lapangan. KY memastikan akan mengambil tindakan terharap hakim Haswandi jika ada indikasi yang mengarah pada dugaan tersebut. "Kita analisa terlebih dahulu, baru disimpulkan," ujar Komisioner KY Imam Anshori Saleh, di Jakarta, Rabu (27/5/015).
Disisi lain, Imam menyarankan agar pemerintah DPR perlu campur tangan melakukan harmonisasi peraturan perundangan-undangan, utamanya terkait Undang-undang Tindak Pidana Korupsi yang tertuang dalam KUHAP dan UU KPK. Hal itu dimaksudkan agar dapat menjadi acuan jelas dan tidak multitafsir bagi penegak hukum.
"Kalau penyidik tidak sah, artinya banyak putusan pengadilan yang sudah inkracht juga demikian (tidak sah). Karena itu, perlu diharmonisasi. Jangan sampai putusan praperadilan berbeda-beda, apalagi saling bertentangan sehingga membingungkan masyarakat dan tidak ada kepastian hukum," tandas Imam.


oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra