Awal Kisah Mary Jane Dari Direkrut Sampai Ditangkap Bawa Heroin

Rabu, 29 Apr 2015 | 10.04 WIB

Awal Kisah Mary Jane Dari Direkrut Sampai Ditangkap Bawa Heroin<br>

Mary Jane saat merayakan Hari Kartini di Lapas (Antara)


Centroone.com -  Eksekusi Terhadap Mary Jane, terpidana narkoba asal FIlipina akhirnya dibatalkan. Pembatalan itu ditunda atas permohonan Presiden Benigno Aquino, yang mengatakan bahwa sosok yang berperan sebagai perekrut Mary Jane untuk membawa narkoba ke Indonesia telah menyerahkan diri ke ke kepolisian Filipina.

Sang perekrut, yang bernama Maria Christina Sergio - menyerahkan diri ke kepolisian bersama suaminya Julius. Berdasarkan cerita Mary Jane, yang dilaporkan media Filipina, Journal, Mary Jane mengenal Maria - yang ia sebut sebagai Christine, setelah pulang dari masa kerjanya di Dubai. Christine, yang masih tetangganya, menawarinya pekerjaan di Kuala Lumpur.

Mary Jane dan Christine pun akhirnya pergi ke Malaysia. Saat itu Mary Jane mengaku hanya membawa dua potong celana jeanas, dan dua kaos di tasnya. Setelah berada di Kuala Lumpur selama 3 hari, Christine membelikan sejumlah barang untuk Mary Jane.

Lalu pada suatu hari, seorang pria berkulit hitam bernama Prince dan seorang temannya memberikan sebuah tas kepada Christine lewat kekasih Christine di sebuah tempat parkir. Mary Jane mengetahui keberadaan tas tersebut, dan sempat bertanya kenapa tas itu berat. Christine hanya menjawab karena tas itu masih baru. Mary Jane juga mengaku melihat tas itu dalam keadaan kosong.

Lalu selang tak beberapa lama kemudian, Mary Jane diminta mengemasi barang-barangnya di tas baru itu, dan kemudian diberi sejumlah uang oleh oleh Christine. Mary Jane menuturkan, Christine mengatakan kepadanya ia akan terbang ke Indonesia selama 7 hari. Dan setelah liburan itu berakhir Mary Jane akan kembali ke Kuala Lumpur untuk mulai bekerja.

Namun liburan yang dimaksud, jauh dari luar dugaan Mary Jane. Ia mengaku sangat terkejut saat petugas bea dan cukai Bandara menghentikan dan menggeledah tasnya. Ia makin terkejut saat tasnya disobek, ia melihat sebuah tas plastik terbungkus kertas alumunium, yang ternyata berisi Heroin. Penangkapan itu akhirnya membawanya ke balik bui, dan hari ini hampir dieksekusi mati.

editor:YL.antamaputra