Dijadikan Budak Seks ISIS, Dipaksa Aborsi dan Operasi Perawan

Selasa, 28 Apr 2015 | 12.18 WIB

Dijadikan Budak Seks ISIS, Dipaksa Aborsi dan Operasi Perawan<br>


Centroone.com -  Kekejaman kelompok radikal Negara Islam Suriah dan Irak kembali terungkap. Seorang gadis suku Yazidi yang berhasil kabur dari ISIS mengklaim dirinya dipaksa melakukan aborsi dan operasi keperawanan setelah hampir sebulan dijadikan budak seks oleh para anggota ISIS.

Menurut laporan, sejumlah dokter di Kurdis terpaksa melakukan praktek aborsi setelah banyak wanita yang ditangkap ISIS dan dijadikan budak seks, pulang dalam keadaan hamil. Mereka dilepas ISIS karena hamil, namun tidak bisa kembali ke suku atau keluarga mereka karena dianggap telah melakukan zinah.

Para dokter itu juga dipaksa melakukan operasi untuk mengembalikan keperawanan para gadis tersebut, dengan paling muda berusia 8 tahun. Demikian seperti dilaporkan Sunday Times.

Sebuah laporan dari lembaga Hak Asasi Manusia melaporkan ISIS telah menculik para wanita dan anak-anak, dan memaksa untuk menikahi mereka lalu berulang kali memerkosa mereka. Setidaknya 40 ribu orang diculik saat ISIS menyerang desa Yazidi pada musim panas lalu.

" Pada suatu hari kami membuat mereka membuat lotere dengan nama kami dan mulai memilih wanita dengan mengambil lotere tersebut. Orang yang memilihku, Abu Ghufran, memaksa aku mandi, tapi ketika aku berada di kamar mandi, aku berusaha bunuh diri. " ujar seorang wanita, yang berhasil kabur dari ISIS. Wanita berusia 31 tahun dan bernama Rashida itu mengatakan ide bunuh diri itu adalah ide sang saudara, jika dia gagal kabur dari ISIS.

editor:YL.antamaputra