Soal Behel, Sutan Saling Sindir dengan Hakim Artha

Senin, 27 Apr 2015 | 10.02 WIB

Soal Behel, Sutan Saling Sindir dengan Hakim Artha<br>

Sutan Bhatoegana (Antara)


Centroone.com -   Behel gigi serta penyakit keloid yang diderita Sutan Bhatoegana kembali mengemuka dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/4/2015). Saling sindir antara terdakwa, Sutan Bhatoegana dengan Ketua Majelis Hakim, Artha Theresia terjadi terkait hal tersebut.

Awalnya Sutan menyinggung soal izin berobat yang sebelumnya telah diajukan kepada Majelis Hakim. Sutan mengklaim membutuhkan perawatan terkait hal tersebut. Alasannya, karena tempat Sutan ditahan saat ini tidak ada obat untuk perawatan gigi serta keloid. Sutan bahkan mengklaim bahwa dirinya kesulitan untuk bertemu dengan dokter Rutan yang beralasan tengah keluar kota.

Namun, Sutan menyela saat Hakim Artha akan mengkonfirmasikan hal itu kepada pihak Jaksa Penuntut Umum pada KPK. Hakim Artha pun sempat menyindir behel Sutan. "Sebentar, saya mau bicara dengan PU. Behelnya copot lagi nanti," ucap Hakim Artha saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Merspon hal itu, Sutan malah balik menyindir hakim Artha. "Mohon izin bu ya, nanti ibu marah lagi, marah lagi ibu, kurang nanti umur ibu, saya gak mau begitu," ujar Sutan menimpali. Kemudian Sutan menjelaskan bahwa dirinya berniat menemui dokter untuk meminta rujukan berobat usai persidangan sebelumnya. Namun, penjaga tahanan saat itu menyatakan dokter Rutan sedang keluar kota. Hal serupa juga terjadi saat Sutan kembali mengkonfrmasi hal itu keesokan harinya. "Ya meninggal kita kalau gitu," cetus Sutan.

Pernyataan Sutan langsung ditanggapi hakim Artha. "Gak ada orang meninggal karena behel," saut Hakim Artha. Tak terima atas pernyataan itu, Sutan lantas menyautinya. "Loh kenapa bu, kalau tetanus bu? Gimana sih ibu ini. Ibu ini bukan dokter, ibu ini hakim," ujar Sutan. Hakim Artha kembali menimpali pernyataan Sutan. "Lagian sudah tua kenapa sih pakai behel," tegas hakim Artha. "Bu ini untuk kesehatan bu. Inilah ibu kadang-kadang," ucap Sutan.

Setelah sindir-menyindir dan saling saut-sautan itu, hakim Artha kemudian menanyakan kepada Jaksa soal keberadaan dokter gigi di Rutan KPK. Kemudian Jaksa menyebut tidak ada dokter gigi di Rutan. Pun demikian, Jaksa menyebut biasanya rujukan penetapan pengadilan untuk pengobatan adalah ke RSPAD Gatot Subroto dan jam pengobatannya menyesuaikan. Hakim akhirnya mengabulkan permintaan Sutan untuk berobat. Namun perobatan dilakkan oleh di dokter pribadi Sutan.

"Terdakwa punya dokter gigi sendiri. Sudah tahu riwayat kesehatan giginya. Jadi untuk kali ini, untuk kepentingan kesehatan terdakwa silakan dikawal sesuai suratnya terdahulu. Surat penetapan tertulis akan menyusul," tandas Hakim Artha.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra