Tenaga Kontrak Pemkot Tak Sejahtera

Sabtu, 25 Apr 2015 | 10.44 WIB

Tenaga Kontrak Pemkot Tak Sejahtera

balai kota Surabaya


Centroone.com - Tenaga kontrak (outsourching) di Surabaya, masih jauh dari kata sejahtera. Apalagi yang memperlakukan itu Pemkot Surabaya, tentu saja DPRD Surabaya angkat bicara.

Komisi D menilai, pemkot harus lebih professional. Untuk pemberian gaji, tenaga kontrak selalu menerima gaji pada tanggal 10 setiap bulannya. Bagi Ketua Komisi D Agustin Poliana, pemberian gaji yang melebihi tanggal muda itu berpengaruh bagi tenaga kontrak yang menjadi tulang punggung keluarga. Tentunya kebutuhan tenaga kontrak itu juga besar.

“Pemkot harus memberikan contoh yang baik. Jangan sampai ini menjadi preseden yang buruk. Pemkot harus memberi contoh karena selama ini selalu menuntut pihak swasta berlaku profesional,” ujar Agustin Poliana, Jumat, (24/04/2015).

Politikus PDI Perjuangan ini juga kecewa dengan pemkot yang hanya membayar gaji tenaga kontrak selama 11 bulan. Sementara satu bulan sisanya, dibayarkan SKPD tempat kerja masing-masing. Seharusnya, gaji tenaga kontrak dibayar 12 bulan. Yang lebih miris, banyak tenaga kontrak yang tak terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.

Sementara, Kepala Bidang Kesra dan Aparatur Negara, Badan Perencaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Wawan Windarto menyatakan akan menampung seluruh masukan yang diberikan anggota Komisi D.

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra