Malam Tahun Baru, Imbau Warga Awasi Pemukimannya

Kamis, 31 Des 2015 | 07.00 WIB

Malam Tahun Baru, Imbau Warga Awasi Pemukimannya

Perayaan Tahun Baru di Kota Surabaya (Dok Centroone)


Centroone.com - Saat perayaan malam tahun baru, warga diminta tetap waspada pada hunian dan lingkungannya. Hal ini jadi penekanan Pemkot Surabaya kepada warganya. Hal ini terkait kondisi cuaca ekstrim beberapa hari terakhir.

Kabid Perlindungan Masyarakat Bakesbangpol dan Linmas Surabaya Agus Purnomo mengatakan, pihaknya sudah mendapat peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tertanggal 30 Desember 2015. Dalam peringatan itu disebutkan bahwa Jatim termasuk salah satu wilayah di Indonesia yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang (puting beliung).

Berdasar analisa BMKG, kondisi ekstrim itu dipicu tekanan rendah di Australia bagian utara, serta perlambatan kecepatan angin di Selat Karimata, Sumatera bagian Tengah hingga Kalimantan bagian Selatan dan di perairan Utara Papua. Di samping itu, kelembaban udara yang tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia turut mendukung proses pertumbuhan awan hujan.  “Tren cuaca yang kurang bersahabat ini diprediksi mulai 31 Desember hingga setelah pergantian tahun,” kata Agus mengacu peringatan dari BMKG.

Menyikapi kondisi tersebut, Agus mengimbau kepada masyarakat tidak berteduh di bawah pohon atau tiang reklame jika terjadi hujan deras disertai angin kencang. Sebaliknya, pria kelahiran Malang ini menyarankan, warga memilih tempat dengan struktur bangunan permanen karena lebih kokoh dari terpaan angin.

Selain itu, pengendara mobil diharapkan tidak memarkir mobilnya di bawah pohon. Sebab, berdasar laporan yang dihimpun Bakesbangpol dan Linmas, sedikitnya sudah ada lima mobil rusak akibat tertimpa pohon di tiga lokasi berbeda.

Tak lupa, Agus juga mengingatkan para orang tua agar tidak lengah mengawasi segala kegiatan anaknya. Pasalnya, dalam bulan ini, Bakesbangpol dan Linmas menerima laporan tiga anak meninggal karena hanyut setelah bermain di sungai. Untuk itu, personel Satpol PP dan Linmas kini lebih meningkatkan perhatiannya pada lokasi-lokasi dekat sungai. “Kalau ditemui anak bermain di sungai langsung kita larang. Tapi, kami kan tidak mungkin mengawasi selamanya. Oleh karenanya, perlu perhatian orang tua,” tuturnya.

Terkait pengamanan malam pergantian tahun, Agus menjelaskan, sebanyak 2.120 personel dari Pemkot Surabaya dikerahkan untuk bersinergi dan mendukung pihak kepolisian menjaga kondusivitas kota. Salah satu perhatian tim pengamanan malam tahun baru adalah pengendara motor ugal-ugalan yang kerap menggunakan knalpot brong.

Guna mengantisipasi hal tersebut, dilakukan penyekatan arus lalu lintas yang masuk Surabaya. Di antaranya, di Karangpilang, Romokalisari, Bundaran Cito dan Suramadu. Dikatakan Agus, petugas gabungan akan memfilter kendaraan yang masuk kota. Bagi kendaraan yang melanggar, utamanya sepeda motor dengan knalpot brong langsung akan diangkut dengan truk menuju kantor Polrestabes.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, operasi siaga personel Pemkot akan berlangsung hingga 3 Januari 2016. Jika pada malam 31 Desember, personel akan fokus pada malam pergantian tahun, selanjutnya petugas akan memberi perhatian terhadap potensi kebakaran. Untuk itu, patroli petugas akan menyentuh wilayah permukiman dan perkantoran. (windhi/by)