Wajah Cantik-Bodi Seksi, Kecerdasan Otaknya Bikin Tercengang!

Rabu, 30 Des 2015 | 15.00 WIB

Wajah Cantik-Bodi Seksi, Kecerdasan Otaknya Bikin Tercengang!

Ashton Clarke (IST)


Centroone.com - Melihat wajahnya yang rupawan dan rambut blondenya yang menggoda tentu banyak yang mengira Ashton Clarke adalah seorang model majalah pria dewasa atau model lingerie. Jika kamu turut berpikir demikian maka adalah sebuah kesalahan besar. Wanita 22 tahun ini justru jauh dari dunia modeling,  dan profesinya adalah sebagai seorang asisten penelitian psikologi klinis dan juga seorang mahasiswa S!  dalam bidang yang sama! 

Dengan segala pesona fisiknya, serta riasan tebal lengkap berbulu mata palsu, Ashton tidak terlihat seperti wanita yang "smart." Hal itu juga yang membuat isi otak Ashton diragukan oleh teman-temannya.  Meskipun begitu, keberhasilan Ashton dalam bidang akademik tidak bisa dinafikan.



Selain menjalani studi sarjana dalam bidang psikologi klinis di Universitas Tennessee, USA, dia juga berbakat dalam bidang seni lukis.  Bahkan, karya-karya Ashton pernah dipamerkan secara umum di dalam sebuah galeri seni terkemuka.  Jika itu masih belum cukup, kemampuan Ashton berbicara dalam empat bahasa mungkin bisa membuat mereka yang menemuinya bengong. 

Ya Ashton memang bisa berbicara dalam 4 bahasa yaitu bahasa Norwegia, Spanyol, Farsi dan Inggris dengan lancar dan fasih.   Dengan segala kemampuannya itu Ashton sebenarnya tidak perlu tampil cantik, yang membuatnya malah terlihat "rendah."



Namun menurut Ashton hal itu bukan tanpa alasan.  Ashton,sebenarnya seorang yang sangat pemalu saat kecil dan sering dipandang rendah oleh karena sikap aslinya itu. Namun, segalanya berubah saat ia berusia 16 tahun, ketika Ashton memutuskan untuk mulai lebih PD.  Membuat boneka Barbie sebagai inspirasi, Ashton mulai bereksperimen dengan riasan tebal, semprotan penggelap kulit dan lensa kontak berwarna-warni untuk mengubah penampilannya secara total.



"Meskipun aku tahu penampilan aku terlihat sangat palsu dan tidak asli, namun ini hanya meningkatkan kepercayaan diri aku. aku rasa lebih seperti diriku yang sebenarnya ketika berpenampilan seperti ini dan itu membuatku senang, meski sering dipandang rendah oleh teman sebaya," katanya kepada Metro.  



Ashton, yang terpilih untuk bergabung sekelompok kecil siswa menjadi asisten penelitian di universitasnya, sedang menunggu keputusan untuk menghubungkan studinya dalam gelar doktor dan berencana untuk menjadi seorang akademisi suatu hari nanti.

"Dengan bibir yang mungil hasil suntikan kolagen dan rias tebal ini, banyak yang mempermasalahkan intelektualku. Namun aku menganggap penampilan 'palsu' ini sebagai hal paling menggembirakan hatiku saat ini, atau mungkin selamanya," terang Ashton lagi. by