Waspadai Sindrom PVS Sepulangnya Anda dari Liburan Panjang

Senin, 28 Des 2015 | 09.06 WIB

Waspadai Sindrom PVS Sepulangnya Anda dari Liburan Panjang

centroOne/Istimewa


Centroone.com - Bagi sebagian Anda sudah pulang dari liburan panjang Maulid Nabi dan Natal pekan lalu.

Tapi, masih ada juga yang menikmati liburan panjang hingga tahun baru 2016 mendatang. Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai sepulangnya Anda dari liburan panjang.

Kalau Anda terus menerus mengalami kelelahan, malas melakukan apapun, emosi tidak stabil, bahkan depresi setiap kali pulang dari liburan panjang, bisa jadi Anda mengalami apa yang disebut post vacation syndrome (PVS).

Istilah ini muncul dari para psikolog dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang mengamati banyaknya warga dua benua itu yang mengalaminya.

Memang belum ada penelitian ilmiah tentang gejala ini, tapi beberapa psikolog menyatakan banyak orang mengalami sindrom ini.

Terutama, bagi warga AS dan Eropa yang biasanya didukung oleh pemerintah dan perusahaan untuk berlibur panjang sekali setahun.

Begitu mereka pulang kembali, banyak yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan rutinitas sebelumnya.

Dr Claudio Mencacci, psikiatris dan Direktur dari Department of Neuroscience Rumah Sakit Fatebenefrateli Milan, Italia menyebut, 35% populasi dunia, terutama usia 25-45 tahun diperkirakan menderita PVS.

"Transisi dari liburan panjang ke rutinitas pekerjaan sehari-hari menyebabkan rusaknya mental orang, untuk kembali pada rutinitas melakukan banyak hal yang tertinggal sebelum liburan. Dari jenis kelamin, perempuan lebih potensial terkena daripada pria, karena biasanya perempuan multitasking, melakukan urusan domestik dan bekerja juga," urai Mencacci.

Pekerja yang potensial terkena gejala ini, lanjut Mencacci, adalah para perawat, dokter, pekerja sosial, pekerja shift, dan karyawan yang bekerja di meja depan kantor.
NEXT