Keluarga dan SPS Berperan Penting Dalam Pendidikan Dini

Kamis, 24 Des 2015 | 22.00 WIB

Keluarga dan SPS Berperan Penting Dalam Pendidikan Dini

Anak-Anak TK Belajar mengenal pesawat (Centroone)


Centroone.com - Derasnya arus informasi yang menyebabkan perilaku negative seperti tawuran, bullying, ketidakdisiplinan, sampai berbagai kasus pornografi harus bisa ditangkal sejak dini. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik Satuan PAUD Sejenis (SPS). Oleh karena itu meletakkan pondasi yang kuat kepada anak dalam mencegah pengaruh-pengaruh negatif tersebut menjadi sangat penting.

Keluarga memiliki peranan penting dalam pendidikan siswa. Kerjasama yang kuat antara keluarga, masyarakat dan pendidikan di sekolah mampu meningkatkan prestasi siswa. Hasil-hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung keberhasilan anak berdasar atas studi dampak program pendidikan dan pengembangan anak usia dini di 50 kabupaten tertinggal menunjukkan bahwa intensitas dukungan keluarga berpengaruh meningkatkan pencapaian perkembangan anak (usia 0-6 tahun).

Begitu juga dengan kajian sistem pembinaan profesional dan cara belajar siswa aktif, menunjukkan bahwa kemitraan dan peran aktif orang tua di sekolah berpengaruh meningkatkan kemajuan dan kesuksesan anak-anak mereka.

Menurut Kasubdit Direktorat PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud Warsino, pentingnya memberikan sebuah penguatan kepada pendidikan anak usia dini dalam melakukan pencegahan kondisi negatif yang sering timbul di masyarakat. Hal ini tentunya disesuaikan dengan kerangka strategis pendidikan Inodonesia 2015-2019 yakni terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangat gotong-royong. Para pendidik SPS menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan di masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan menyampaikan, upaya peningkatan kualitas para pendidik SPS telah banyak dilakukan melalui Diklat yang berjenjang. “Belum lama ini kami telah menuntaskan pelatihan 5.000 pendidik TK dan KB, sehingga pada tahun depan mereka dapat melanjutkan pelatihan pada tingat lanjutan,” aku Ikhsan.

Dia berharap, pada 2017 seluruh pendidik PAUD di Surabaya telah menyelesaikan pelatihan mahir dengan harapan mereka mempunyai bekal yang cukup tidak hanya meningkatkan profesionalisme mengajar namun dapat membantu mereka ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. (windhi/by)