Risma-Whisnu Dapat Dukungan Wanita NU

Senin, 30 Nov 2015 | 07.06 WIB

Risma-Whisnu Dapat Dukungan Wanita NU

Paslon Tri Rismaharini - Whisnu Sakti Buana (Centroone/Windhi)


Centroone.com - Perempuan Nahdlatul Ulama (NU) se-Kota Surabaya, siap all out memenangkan pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana di pilkada serentak, 9 Desember 2015 depan. Sekitar 10.000-an perempuan NU itu berkumpul di Gedung Empire Palace, Jl Embong Malang, Minggu (29/11/2015), untuk menyatukan tekad bersama mengantarkan Risma-Whisnu kembali memimpin Kota Pahlawan.

Di acara doa bersama bertema “Ikhtiar Perempuan NU Bersama Bu Risma untuk Surabaya” itu, mereka ikut berikhtiar untuk kemenangan Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya 2015. Acara itu sendiri, dihadiri Banom-Banom (badan otonom) NU terdiri dari ibu-ibu Muslimat, Fatayat, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), serta organisasi perempuan NU lainnya.

Perempuan NU se-Kota Surabaya, ungkap Eni, mendukung pasangan incumbent ini bukan tanpa alasan. Menurut Eni salah satu panitia, sudah cukup bukti nyata, dan bisa dilihat, yang menunjukkan keberhasilan Risma-Whisnu saat memimpin Surabaya selama ini. Oleh karena itu, Perempuan NU memutuskan pilihan untuk mendukung dan memenangkan Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya 9 Desember depan.

Risma pun mengapresiasi dukungan jamaah perempuan NU tersebut. Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang datang di acara yang dijaga ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu, disambut meriah mereka yang hadir. Risma menyampaikan apresiasinya, dan mengucapkan terima kasih atas dukungan untuk pasangan nomor urut dua tersebut. Dia menyatakan, bersama Whisnu juga siap mengemban amanah seluruh warga Surabaya jika kembali terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota.

Dia juga mengungkapkan jika selama ini sudah sangat dekat dengan kalangan Nahdliyin. Di hadapan ribuan kaum perempuan NU itu, Risma menceritakan kalau dirinya juga terlahir dari keluarga NU. Karena itu, dia selalu meluangkan waktu jika diundang di acara-acara yang digelar elemen jam'iyah Nahdlatul Ulama. Termasuk kerap menghadiri acara yang digelar Muslimat, meski tidak masuk dalam struktur organisasi. (windhi/by)