Debat Publik, Rasiyo Kuasai Pendidikan - Risma Unggulkan Pelayanan Publik

Jumat, 30 Okt 2015 | 21.00 WIB

Debat Publik, Rasiyo Kuasai Pendidikan - Risma Unggulkan Pelayanan Publik

Rasiyo dan Tri Rismaharini (Centroone)


SURABAYA (Realita) - Dalam debat publik pasangan calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilwali Surabaya yang digelar KPU Kota Surabaya dipenuhi masing-masing pendukung pasangan itu, Jumat (30/10/2015). Dipandu Rosiana Silalahi, acara yang digelar di gedung Dyandra Convention Center memaparkan visi dan misi masing-masing untuk kemajuan Surabaya terkait tema yang dibeirkan.

Saat ditanya masalah pendidikan, Tri Rismaharini sebagai calon wali kota nomor urut 2 menegaskan jika pihaknya menitik beratkan pada pendidikan di pinggiran. Sementara Rasiyo sebagai calon wali kota nomor urut 1 menjelaskan, pihaknya melihat pendidikan di Surabaya masih kurang.

"Ada 5.000 anak yang buta huruf di Surabaya. Hal ini menunjukkan pendidikan di Surabaya masih kurang. Apalagi untuk bantuan pemerintah pusat masih sulit masuk ke Surabaya. Belum lagi masalah bantuan ke Madrasah Diniyah, akan kami samakan dengan sekolah umum. Saat ini juga masih ada penempatan guru yang tak pas sehingga menyebabkan guru itu stres dan meninggal dunia," beber Rasiyo.

Disinggung sebagai kota dunia, Rasiyo menegaskan akan membuka pintu luas kepada arus urbaniaasi. Menurutnya hal itu tak bisa dicegah karena seluruh rakyat adalah bagian dari Indonesia. Sementara Risma menjelaskan pembangunan infrastruktur akan dijalankan secara merata. Dengan begitu maka urbanisasi pun bisa ditekan dengan sendirinya karena kesenjangan bisa ditekan.

"Kita beri kemudahan bagi warga luar Surabaya yang belum menjadi warga kota, karena sudah tinggal puluhan tahun di kota, bisa menjadi warga. Selain itu, kita akan hidupkan industri kreatif agar warga bisa berdaya guna, dengan begitu walau ada urbanisasi, warga dalam MEA bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Saat saya menjabat, pelatihan warga dalam industri kreatif sudah berjalan, jadi kita tinggal meningkatkannya saja," aku Risma.

NEXT