Pemkot Siap Bantu Pendirian Koperasi

Jumat, 30 Okt 2015 | 19.00 WIB

Pemkot Siap Bantu Pendirian Koperasi

Balai Kota Surabaya (Centroone)


CENTROONE.COM - Pemkot Surabaya melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kota Surabaya siap membantu masyarakat Kota Pahlawan untuk pendirian koperasi dan juga pemberian bantuan badan hukum koperasi. Menurut data di Dinkop dan UKM Surabaya, saat ini tercatat ada 1.600 koperasi di Surabaya.

Kepala Dinkop dan UKM Surabaya Hadi Mulyono mengatakan, jumlah 1.600 koperasi tersebut merupakan koperasi yang sudah berbadan hukum. Selain itu, masih ada beberapa yang dalam proses untuk memiliki badan hukum. “Kalau belum berbadan hukum, belum bisa disebut koperasi. Intinya kami siap membantu masyarakat untuk pendirian koperasi, dan juga pemberian bantuan badan hukum koperasi,” ujar Hadi Mulyono, Jumat (30/10/2015).

Dijelaskan Hadi Mulyono, Dinkop dan UKM Surabaya telah memberikan bantuan badan hukum koperasi sejak lima tahun silam atau mulai 2010. Bahwa usaha mikro milik masyarakat yang kemudian membentuk koperasi, biaya pendiriannya ditanggung Pemkot Surabaya. Nah, sejak 2014, program yang digagas Dinkop dan UKM Surabaya itu diadopsi oleh pemerintah pusat. “Jadi untuk program pendirian atau pembubaran koperasi kini ditanggung oleh pemerintah pusat,” sambung Hadi Mulyono.

Selain menfasilitasi pendirian koperasi dan juga membantu pengurusan badan hukum koperasi, Dinkop dan UKM Kota Surabaya juga serius untuk menyiapkan koperasi di Surabaya agar bisa tetap survive menghadapi masuknya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun nanti. Keseriusan itu terlihat dari adanya pelatihan bagi pengelola koperasi yang digelar di kantor Dinkop & UKM pada pekan lalu. Ada 42 koperasi yang ikut serta, dua koperasi meruakan jalur mandiri.

Menurut Hadi Mulyono, dengan semakin dekatnya MEA yang berarti tantangan ekonomi akan semakin besar karena adanya keterlibatan pelaku ekonomi dari luar negeri, maka peran koperasi harus lebih ditingkatkan. Untuk itu, pihaknya mendorong agar pengelola koperasi di Surabaya memiliki kemampuan yang kompeten dan terakreditasi.

Nah, untuk mewujudkan hal itu, saat ini Dinkop dan UKM aktif bekerja sama dengan lembaga sertifikasi. Sebanyak 75 koperasi kini sudah tersertifikasi.

Peran koperasi, jelas Hadi Mulyono akan sangat penting. Diantaranya terkait permodalan usaha dan pemasaran produk anggota. Bila sekitar 260 ribu anggota koperasi (dari total 1.600 koperasi) bisa berperan optimal, tentunya akan mampu untuk berkompetisi dan menjadi pelaku atau bahkan pemenang di era MEA. (windhi/by)