Duh! Professor Sarankan Pria-Pria Miskin Tiongkok Berbagi Istri

Jumat, 30 Okt 2015 | 20.00 WIB

Duh! Professor Sarankan Pria-Pria Miskin Tiongkok Berbagi Istri


CENTROONE.COM - Sebagai negara berpopulasi warga terbesar dunia, China memiliki tingkat populasi yang tidak seimbang dengan rasio jumlah populasi pria lebih tinggi dari wanita.  Laporan terakhir pada akhir tahun 2014 lalu, di China jumlah pria lebih banyak 33.7 juta jiwa daripada wanita.  

Dengan jumlah tersebut, diperkirakan pada tahun 2020 akan bertambah  menjadi 80 juta dan akan ada 30 juta pria yang tidak bisa menikah karena " persaingan ketat " untuk mendapatkan seorang wanita.  Menghadapi masalah bakal banyak pria di China jadi bujang lapuk ini, seorang professor bernama Xie Zoushi punya ide gila.

Profesor dari Universitas Zhejian itu menuturkan tidak imbangnya populasi wanita dan pria yang semakin besar akan membuat wanita sebagai 'komoditas' berharga. Menurut Xie Zoushi, pria yang berpenghasilan tinggi tidak akan mendapat mencari istri, namun bagi yang berpenghasilan rendah, Xie mengusulkan mereka untuk berbagi satu istri.  "Tolong jangan bicara soal moral dengan saya. Jika kita terus membiarkan 30 juta pria bujang hidup tanpa wanita, mereka tidak memiliki harapan untuk kehidupan berikutnya dan mungkin beralih ke kegiatan memperkosa, membunuh dan kekerasan lainnya, "kata Xie

Xie menambahkan hal semacam itu sebenarnya bukan hal baru karena sudah dipraktekkan di beberapa daerah pendalaman yang masih miskin yang mana ada adik beradik pria menikah dengan seorang istri dan mereka hidup damai.  Namun, saran dari Xie itu mendapat perlawanan sengit dari aktivis wanita yang menganggap saran itu tersebut tidak adil dan tidak bermoral. Xie bagaimanapun mempertahankan rekomendasinya itu.

" Jika 30 juta bujangan ini benar-benar masalah utama bagi negeri ini, tolong fokus pada pengembangan ekonomi. Dengan pertumbuhan ekonomi makin besar, pendapatan pria China juga akan meningkat,dan menarik perhatian para gadis dari negara tetangga, dan benua lain untuk menikah dengan mereka. " tambah Xie lagi seperti dilansir dari CCTV.

Kecaman atas ide Xie tidak hanya hadir dari kalangan aktivis, tapi juga akademis.  " Ini bentuk provokasi untuk monogami di peradaban manusia. Pengkhianatan terhadap etis sosial. Suatu penghinaan terhadap emosi manusia" ujar Yue Yun, seorang wakil professor dari Guangdong University of Technology di akun Weibo miliknya, mengecam ide gila Xie. by