Akibat Tato Wajah Presiden Di Alat Vital, Penyair Diuber-Uber Polisi

Jumat, 30 Okt 2015 | 12.00 WIB

Akibat Tato Wajah Presiden Di Alat Vital, Penyair Diuber-Uber Polisi

Maung Saungkha (IST)


CENTROONE.COM - Tato adalah hak pribad setiap orang. Mau model atau gambar model apapun , dan ditempatkan di bagian badan manapun adalah hak individu seseorang. Namun di Myanmar gara-gara tato ini, seorang penyair pria jadi buronan polisi.  Kasus ini terjadi setelah salah satu penyair berbakat Myanmar Maung Saungkha  menggunggah sebuah puisi di halaman Facebooknya.  Tidak ada yang istimewa dalam puisi itu kecuali salah satu baitnya yang berbunyi, "Ada tato wajah presiden di kelamin saya," tulisnya.

Nah bait itulah yang jadi masalah. Maung Saungkha didakwa mencemarkan nama baik Presiden Myanmar Thein Sein lewat tulisan itu. Berdasarkan hukum setempat, jika terbukti bersalah Maung terancam mendekam di penjara selama tiga tahun. Seniman asal Yangon itu membenarkan ia mengarag puisi itu, tapi dia membantah telah mencemarkan nama baik Presiden. "Itu bisa saja Saddam Hussein, atau Assad. Mengapa mereka pikir yang dimaksud adalah U Thein Sein? Dalam puisi saya itu tidak satu pun kata-kata Myanmar disebut," kata Maung Saungkha seperti dilansir Daily Mail.

Puisi dan tato itu sendiri, ia buat karena terinspirasi para penggemar tato yang membuat tato bergambar tokoh pujaannya lalu memotret dan mengunggahnya di media sosial. "Jika seseorang punya tato wajah orang yang dicintainya di dada, saya pikir mungkin mereka juga membuat tato wajah orang yang mereka benci," kata dia. "Lalu saya tulis puisi itu." Saat ini sendiri Maung tengah jadi buronan polisi, setelah ia kabur sebelum polisi menggerebek rumahnya. bbs