Pasangan Calon Umbar Janji Demi Simpati Pemilih

Rabu, 28 Okt 2015 | 19.00 WIB

Pasangan Calon Umbar Janji Demi Simpati Pemilih

Calon walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana usai pembekalan saksi di Pakal Benowo (Windhi/Centroone)


CENTROONE.COM -Janji-janji untuk meyakinkan para pemilih agar bersimpati pada salah satu pasangan calon memang selalu terlecut saat kampanye. Tak terkecuali pada kampanye Pilwali Surabaya saat ini. Pasangan petahana, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana juga mencetuskan janji-janji tersebut.

Pasangan ini jika dipilih dan dipercaya masyarakat Surabaya akan mengembangkan pelayanan publik terintegrasi dengan proyek infrastruktur. Hal ini menjadi salah satu fokus program kerja pasangan Risma-Whisnu.

Bahkan pasangan ini menjanjikan, pembangunan infrastruktur tak saja dipusatkan di tengah kota, tapi akan disebar sampai kawasan pinggiran Surabaya di wilayah barat. Janji mereka ini bukan sekadar janji, tapi karena sebagian dari janji itu sudah direalisasikan saat keduanya masih menjadi wali kota dan wakil wali kota.

Salah satunya adalah dengan memulai pembangunan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya. Proyek ini terbagi menjadi empat tahap, dimulai dari Tambak Osowilangun hingga perbatasan Kabupaten Gresik. Tahap pertama sepanjang 2,18 km dimulai dari kawasan Lakarsantri hingga Kabupaten Gresik sudah diresmikan Tri Rismaharini di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya.

Seiring pembangunan JLLB, di kawasan Surabaya Barat, kata Whisnu Sakti Buana, juga dilakukan pengembangan pelayanan publik, baik sarana pendidikan maupun puskesmas. Sehingga, masyarakat sekitar tiga kecamatan yakni, Benowo, Sambikerep dan Pakal bisa ikut merasakan dampak pembangunan infrastruktur tersebut.

"Jadi seperti yang disampaikan Bu Risma, di Surabaya ini sudah tidak ada lagi kawasan pinggiran," ujar pria yang akrab disapa WS ini.

Di kawasan Benowo dan Pakal mempunyai potensi pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Salah satunya, kampung asli kuliner Semanggi Suroboyo dan tambak garam. "Nah, dengan adanya infrastruktur JLLB, akan berpengaruh positif bagi masyarakat di kawasan tersebut," jelas dia.

Dampak positif lainnya, urai Whisnu, potensi wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik tersebut nantinya makin bisa dikenal lebih meluas. Apalagi, pemberdayaan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu bidang yang disiapkan Pemkot Surabaya menyambut era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). (windhi/by)