Layanan Program Pendidikan Surabaya Jadi Masukan BPK RI

Minggu, 25 Okt 2015 | 08.00 WIB

Layanan Program Pendidikan Surabaya Jadi Masukan BPK RI

Seorang murid di Surabaya tengah membaca di perpus keliling (centroone)


CENTROONE.COM - Badan Pemeriksa Keuangan RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pendidikan. Inovasi program pendidikan yang dilakukan Dinas Pendidikan Surabaya, jadi perhatian dan masukan untuk tingkat nasional.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan yang mengikuti FGD di Jakarta, dalam FGD itu diterangkan Anggota VI BPK Bahrullah Akbar jika hasil diskusi dan kriteria pemeriksaan akan disepakati bersama antara BPK dan Kementerian Pendidikan. Hal itu akan dijadikan basis pengukuran kinerja dalam pelayanan pendidikan.

“Hasil pemeriksaan BPK yang berupa rekomendasi itu akan menjadi output untuk memberikan nilai tambah dan bisa berdaya guna bagi perbaikan pelayanan pendidikan ke depannya. Kita harapkan hasil FGD ini menjadi masukan bagi auditor BPK RI yang akan mengeluarkan rekomendasi atas pemeriksaan yang dijalankan,” ujar Ikhsan.

Sementara terkait permasalahan guru, buku kurikulum 2013, sampai pada ketersediaan layanan pendidikan baik berupa sarpras ataupun soft skill, menjadi perhatian Kemdikbud untuk terus dibenahi secara bertahap.

“Kalau masalah buku kurikulum 2013, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan, beberapa kendala baik secara umum ataupun ketika proses pemesanan. Kendalanya meliputi penyediaan buku yang cukup banyak, yaitu 245,2 juta eksemplar dengan kapasitas perusahaan pencetakan kurang mencukupi. Selain itu, rentan waktu penggandaan buku sejumlah oplah tersebut melalui lelang e-katalog sangat singkat, proses pembelian (pesanan dan pembayaran) harus dilakukan oleh semua sekolah dengan penyedia dengan mekanisme lelang, sampai pada harga buku yang murah,” jelas Ikhsan menguraikan hasil pertemuan itu.

Ikhsan mengaku, di Surabaya saat ini sudah ada upaya mengembangkan program P2KGS (Pemetaan dan Penguatan Kompetensi Guru Surabaya), Program ini bukan hanya program penguatan serta pendampingan yang diberikan kepada guru guna mencetak tenaga pendidik yang profesional, namun juga hal tersebut akan berdampak pada peningkatan mutu serta kualitas siswa di Surabaya. (windhi/by)