Tak Cukup Bukti, Polda Jatim SP3 Kasus Risma

Sabtu, 24 Okt 2015 | 13.23 WIB

Tak Cukup Bukti, Polda Jatim SP3 Kasus Risma

Mantan Walikota Surabaya Tri Rismaharini (IST)


CENTROONE.COM - Jalan mantan wali kota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju periode kedua menemui jalan terjal. Jumat, (23/10/2015) nama Risma disebut-sebut telah ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim dalam kasus kasus tindak pidana penyalahgunaan kewenangan terkait penampungan sementara Pasar Turi. 

Namun isu penetapan tersangka ini menyisakan banyak kejanggalan. Pasalnya pihak Polda Jatim, dalam hal ini Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadi membantah jika walikota wanita pertama Surabaya itu telah ditetapkan sebagai tersangka. “Tidak benar itu. Tidak ada. Bu Risma bukan tersangka,” kata Anton saat dihubungi Jumat (23/10/2015).

Selain bantahan,  Polda Jatim melalui Direskrium Polda Jatim Kombes Pol Wibowo memutuskan untuk menghentikan (SP3) penyidikan kasus tindak pidana penyalahgunaan kewenangan dengan terlapor mantan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Atas keputusan menghentikan penyidikan kasus ini, pihak Polda siap menghadapi apabila pelapor akan melakukan gugatan praperadilan. "Resiko apapun akan dihadapi, termasuk apabila ada gugatan praperadilan," ujarnya.

Kombes Pol Wibowo membenarkan mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur namun membantah bahwa status Risma di SPDP tersebut sudah tersangka. "Kita mengirim SPDP tanggal 28 Mei 2015, tidak ada SPDP tertanggal 30 September 2015," ujar dia.

Wibowo menegaskan, sebelum SPDP dikirimkan ke Kejati Jatim pihaknya sebelumnya sudah melakukan gelar perkara secara internal tepatnya pada 25 Mei 2015. "Dan dari gelar perkara, tidak ditemukan alat bukti terhadap sangkaan atas tindak pidana yang dilaporkan," ujarnya. Karena tidak menemukan alat bukti yang cukup itulah lanjut dia, pihaknya berencana menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3). "Saat ini belum diterbitkan SP3, tapi setelah gelar nanti kita akan terbitkan SP3," ujarnya.

Informasi penetapan Risma sebagai tersangka pertama kali dilontarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim Romy Arizyanto dalam sebuah jumpa pers, Jumat (23/10/2015).  Tapi, meskipun menginformasikan hal tersebut secara resmi, namun Romy meminta wartawan memastikannya lagi ke Polda Jatim untuk menjelaskan kronologi hukum.“Yang tahu soal teknis perkaranya adalah Polda Jawa Timur. Kami hanya diberi tahu soal dimulainya kasus penyidikan ini,” ujarnya. by