Antena Receiver Nunut Reklame, Harus Ditertibkan

Kamis, 22 Okt 2015 | 22.00 WIB

Antena Receiver Nunut Reklame, Harus Ditertibkan

Pemasangan salah satu kerangka reklame (Centroone)


CENTROONE.COM - Ketatnya aturan tentang pendirian tower, membuat vendor atau operator telekomunikasi beralih memanfaatkan papan reklame sebagai tempat pemasangan receiver.

Hal ini demi efesiensi biaya.Namun hal ini disoal DPRD Surabaya karena teknis seperti itu tak mendapatkan masukan apa-apa untuk Pemkot Surabaya. Padahal cara seperti itu sudah dimanfaatkan banyak operator.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Surabaya Saifuddin Zuhri, rekomendasi yang dikeluarkan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang terkait pemasangan antena receiver milik operator komunikasin di konstruksi papan reklame tidak di benarkan. Menurut dia, tak ada alasan apapun dengan memanfaatkan titik atau papan reklame untuk kepentingannya.

Dinas tersebut harus bertanggungjawab. Dengan adanya rekomendasi itu, justru tak menertibkan tapi malah membuat operator telekomunikasi semakin banyak yang tak berkontribusi ke pemkot.  Apalagi untuk mendirikan reklame, ada IMB yang menyertainya dan peruntukannya juga sudah jelas. Tapi dengan memanfaatkannya menjadi tower, maka harus ada IMB yang baru karena IMB reklame sudah dihitung beban konstruksinya. Sementara dengan adanya antenna receiver maka akan ada beban tambahan.

Saifudin juga memperingatkan Dinas CKTR untuk mencermati tiga hal dalam memberikan rekomendasi pemasangan antenna receiver di konstruksi papan reklame. “Yakni kekuatan konstruksi, umur konstruksi dan posisi titik reklame. Utamanya titik reklame yang sebelumnya berada di antara pemukiman, dengan sekarang yang posisinya terletak di nol jalan akibat pelebaran jalan, hitungan kekuatannya berbeda,” pungkasnya. (windhi/by)